KPK Limpahkan Berkas Kasus Rahmat Effendi ke Pengadilan Tipikor Bandung

Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi
Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi (stock)

JAKARTA (KM) – Komisi Pemberantasan Korupsi telah melimpahkan berkas perkara Wali Kota Bekasi non-aktif Rahmat Effendi ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung untuk menghadapi persidangan dalam kasus suap proyek dan jual beli jabatan.

“Jaksa KPK, Heradian Salipi, telah selesai melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan terdakwa Rahmat Effendi dkk ke Pengadilan Tipikor pada PN Bandung,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Rabu (25/5).

Ali menambahkan, selain Rahmat Effendi, KPK juga melimpahkan berkas perkara empat anak buahnya, yaitu Wahyudin (Camat Jatisampurna), M. Bunyamin (Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi), Mulyadi (Lurah Jati Sari) dan Jumhana Lutfi (Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kota Bekas).

“Untuk wewenang penahanan kini beralih ke Pengadilan Tipikor, namun mereka masih dititipkan di Rutan Gedung Merah Putih dan Rutan KPK Kavling C1,” ucap Ali.

Saat ini, Tim Jaksa masih menunggu penetapan penunjukkan Majelis Hakim, dan penetapan hari sidang pertama dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

“Para Terdakwa didakwa dengan dakwaan pertama Pasal 12 huruf a Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP atau kedua Pasal 11 Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP,” jelas Ali.

Advertisement

Sebagaimana diketahui, KPK telah menjerat Rahmat Effendi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 5 Januari 2022 lalu. Pria yang akrab disapa Pepen itu diduga menerima uang dari sejumlah pihak terkait jual beli jabatan dan pembebasan lahan sekolah di Kecamatan Rawalumbu, dua proyek Polder plus pembangunan gedung teknis bersama.

Sebagai imbalannya, Pepen meminta sejumlah uang kepada pihak yang lahannya diganti rugi oleh Pemerintah Kota Bekasi dengan sebutan untuk sumbangan masjid. Uang tersebut diserahkan melalui perantara orang-orang kepercayaannya, yaitu Jumhana Lutfi dan Wahyudin.

“Tidak hanya itu, Rahmat Effendi pun diduga menerima sejumlah uang dari beberapa pegawai Pemerintah Kota Bekasi sebagai pemotongan terkait posisi jabatan, uang tersebut diduga dipergunakan untuk operasional Rahmat Effendi yang dikelola oleh Mulyadi. jumlah Total suap yang diterima Pepen mencapai Rp 7,1 miliar,” pungkas Ali Fikri.

Reporter: Den

Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: