Tidak Kunjung Dibayar! Penyedia Piala dan Atribut Festival Tari Melayu Kreasi Nusantara Anjungan Riau TMII 2022 Meradang

Rafly, saat mendatangi kembali Anjungan Riau TMII, Jakarta 11/4/2022 (dok. KM)
Rafly, saat mendatangi kembali Anjungan Riau TMII, Jakarta 11/4/2022 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Penyelenggaraan Festival Tari Melayu Kreasi Nusantara 2022 yang digelar di Anjungan Riau TMII Jakarta pada 19-20 Februari 2022 lalu rupanya masih meninggalkan persoalan.

Pasalnya, Rafli selaku vendor/pihak yang menerima pesanan panitia untuk pembuatan 11 piala, dua di antaranya Piala Gubernur DKI dan Gubernur Kepri, dua lusin baju, dan 300 ID card baru menerima pembayaran sebagian dari total biaya yang disepakati.

“Saya dijanji-janji terus sama bapak Ade (ketua panitia-red) dan ibu Rita, padahal saya sudah cukup kasih tenggang waktu. Sisa tagihan masih Rp11 juta lagi dari total Rp21 juta biaya pekerjaan,” ujar Rafli saat mengadukan persoalannya tersebut kepada Kupasmerdeka.com, Senin 11/4.

Rafli juga mengatakan, dirinya terakhir berkomunikasi dengan Rita selaku staf anjungan Riau yang juga bendahara panitia acara pada hari Jumat 8 Maret 2022.

“Hari Jumat siang katanya saya disuruh datang ke anjungan sama beliau, tapi saya sudah datang dan tunggu di lokasi sampai jelang buka puasa tidak juga muncul dan tidak ada kabar. Akhirnya saya pulang tanpa hasil seperti yang dijanjikan,” ungkap Rafli.

Sebelumnya, Rafli juga mengaku sempat menemui Zulfikar selaku Kepala Anjungan Riau untuk mengadukan persoalan tersebut, dan dikatakannya bahwa ia akan bantu menyelesaikan, namun hingga saat ini tidak ada kabar lagi.

Kemudian, Rafli kembali mendatangi anjungan Riau untuk menagih pembayaran pada Senin siang 11/4. Namun, lagi-lagi tidak dapat bertemu dengan panitia acara. Kepala anjungan Riau, Zulfikar juga katanya belum datang ke kantor.

Advertisement
Salah satu Piala Gubernur yang dipesan panitia acara

Rijal, salah satu ASN yang bertugas di Anjungan Riau TMII, saat dikonfirmasi KM di kantornya mengatakan tidak tahu menahu mengenai persoalan tersebut karena dirinya bukan panitia acara.

“Setahu saya itu memang bukan acara anjungan, tapi pihak lain yang buat acara itu. Kalau bu Rita iya panitia dan staf di sini. Soal lainnya saya tidak tahu menahu,” kata Rizal.

Rafli berharap, pihak panitia dapat segera menyelesaikan kewajibannya, sehingga dirinya tidak perlu membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

“Saya berterima kasih sudah diberikan pekerjaan ini dan sudah saya buktikan hasilnya. Tapi, tolonglah pa Ade dan bu Rita segera selesaikan, jangan janji-janji terus. Saya tunggu segera itikad baiknya, saya pun berharap ini bisa diselesaikan secara baik-baik,” pungkas Rafli dengan nada kecewa.

Sebagaimana dilansir dari Mediaanalisisindonesia.co.id, Festival Tari Melayu Kreasi Nusantara 2022 yang diselenggarakan oleh Zeeta Manajemen di Anjungan Riau TMII Jakarta Timur pada 19-20 Februari 2022 tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI, Riau, dan Kepulauan Riau serta diikuti oleh 35 grup peserta dari berbagai daerah di nusantara antara lain : Riau, DKI Jakarta, Gorontalo, Bengkulu, Sumatera Barat, Aceh, Sulawesi Barat, dan lainnya.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: