Dipukul Hingga Lebam dan Sakit di Dada, Biduan ini Laporkan Pacarnya ke Polisi

Malasari, korban dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh RBS, usai membuat laporan di Polsek Parungpanjang dengan nomor LP: B/57/STPL/III/2022/Sektor, Kamis siang 17/3/2022 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)
Malasari, korban dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh RBS, usai membuat laporan di Polsek Parungpanjang dengan nomor LP: B/57/STPL/III/2022/Sektor, Kamis siang 17/3/2022 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

BOGOR (KM) – Sepasang kekasih di Kampung Karehkel RT 03, RW 06, Desa Pingku, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor bertengkar pada Senin 14/3, hingga berujung pelaporan ke pihak kepolisian. Malasari (30) melaporkan penganiayaan kepada dirinya ke Polsek Parungpanjang, Kamis 17/3.

Menurut keterangan Malasari, kekasihnya (inisial RBS) awalnya hendak mencari handphone.

Menurut penuturannya, RBS mencari HP dirinya namun pada saat itu HP tersebut tidak ada. “[RBS] malah emosi dan mendorong-dorong saya sehingga terbentur ke lemari di dalam rumah. Kejadian tersebut sekira pukul 03.30 hari Senin tanggal 14 Maret,” ucap Malasari.

Kemudian Malasari ditarik keluar dan dimasukkan ke dalam mobil dan mulailah keributan di dalam kendaraan.

“Saya ditarik keluar dan dimasukkan ke dalam mobil milik RBS dan kemudian ribut di dalam mobil, namun, saya terkena pukulan tangan kanan RBS yang pada saat itu tangan saya dipegang tangan kiri dia,” lanjutnya.

Menurut kronologis yang disampaikan ke pihak kepolisian, mobil melaju ke suatu tempat untuk mencari keberadaan HP yang dipertanyakan RBS, namun dalam perjalan Malasari berusaha untuk keluar dari mobil untuk melarikan diri.

“Sebanyak 5 kali saya mencoba turun dari mobil untuk lari namun tidak bisa keluar dari mobil karena tangan saya dipegang erat oleh RBS,” tutur Malasari.

Menurut Malasari, handphone yang dicari RBS adalah handphone miliknya.

“Dia cari HP saya tidak ada alasan untuk apa saya tidak tahu,” tegas Malasari ketika diwawancarai.

Menurut pengakuannya, akhirnya ia bisa kabur dari mobil dan bersembunyi di sebuah bengkel.

Setelah kejadian tersebut Malasari bersembunyi di rumah temannya yang berada di Parungpanjang.

Akhirnya pada Kamis siang 17 Maret 2022, Malasari pergi ke Polsek Parungpanjang untuk melaporkan kejadian yang dialaminya, kemudian diterima dan di proses oleh Aiptu Mujahidin dengan nomor LP B/57/STPL/III/2022/Sektor.

“Saya akan usut tuntas dugaan kejadian ini sampai dan akan saya proses sesuai jalur hukum yang ada,” ujar Mujahidin.

Setelah kejadian tersebut Malasari mengalami luka lebam di mata sebelah kiri, rasa sakit di dada kiri dan luka lebam di tangan kiri.

“Saya mengalami trauma pak, saya sering kaget dan tidur tidak nyenyak setelah kejadian tersebut bahkan tidak bisa kerja karena keadaan saya sangat terpuruk,” terang Malasari sambil menangis.

Advertisement

Reporter: HSMY/SBENO

Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: