80 Tim Junior U-10 dan U-12 Ikuti Kompetisi IJSL di JJC Sentul City

BOGOR (KM) – Indonesia Junior Soccer League (IJSL) yang berlangsung di Stadion Jakarta Japanese Club (JJC) Sentul City, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, kembali digelar, Minggu, 13 Maret 2022.

Pada kompetisi tahunan itu, setidaknya 80 tim junior Usia 10 tahun (U-10) dan Usia 12 tahun (U-12) dari berbagai daerah Jabodetabek dan Cirebon terus bersaing untuk menjadi tim yang terbaik mengalahkan tim-tim lainnya.

Ketua Panitia IJLS, Novend Hippy mengatakan, kompetisi ini diselenggarakan untuk memperkuat pondasi pondasi anak-anak di dunia olahraga sepak bola, sekaligus meningkatkan sportivitas anak-anak terhadap kecintaannya akan sepak bola.

“Di sini juga kita membutuhkan support orang tua untuk bersama-sama mengembangkan sepak bola Indonesia,” kata Novend kepada awak media di sela kompetisi IJSL, Minggu,(13/03).

Selain itu, lanjut Novend, kompetisi ini juga sebagai momen bangkitnya sepak bola di balik pandemi Covid-19.

“Kami mengalami kesusahan hidup selama dua tahun ini di masa pandemi. Jadi, InsyaAllah ini menjadi titik balik dan memberi semangat kepada anak-anak,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, kompetisi IJSL tahun 2022 ini diikuti sebanyak 80 tim, mulai tim U-10 dan U-12 dari berbagai daerah. Sedangkan, untuk lamanya pertandingan akan berlangsung selama 4 bulan. Namun, karena tidak lama lagi akan menghadapi bulan suci Ramadan, maka kompetisi untuk sementara akan diistirahatkan dan dilanjutkan kembali setelah lebaran Idul Fitri.

“Kompetisi ini sistemnya bertemu, jadi semua tim bertemu untuk bertanding, sehingga waktunya cukup panjang hingga 4 bulan ke depan. Hanya saja nanti ketika memasuki bulan puasa, kompetisi diistirahatkan untuk sementara dan dimulai kembali setelah lebaran,” kata Novend.

Advertisement

Masih kata dia, kompetisi tersebut juga berlangsung setiap dua minggu sekali dan ini memasuki kompetisi di minggu kedua, karena memang sudah dimulai sejak 27 Februari 2022 lalu. Akan tetapi, hasil dari kompetisi ini pihaknya akan melakukan seleksi terhadap pemain-pemain terbaik yang nantinya akan dibawa ke kompetisi tingkat internasional.

“Sebelum pandemi Covid-19, kami selalu memberangkatkan pemain-pemain terbaik hasil dari seleksi kita ke Gothia Cup China, Singa Cup dan Paris Cup. Namun untuk tahun ini yang tidak menyelenggarakan ialah Gothia Cup di China, kita masih menunggu informasi untuk turnamen internasional tahun ini dan tahun depan,” terangnya.

Sementara itu, salah satu tim IJLS yakni Aggregat FC melalui pelatihnya, Dicky Permana mengatakan, kompetisi IJLS merupakan kompetisi pertama yang diikuti Aggregat FC. Dia mengaku kompetisi ini adalah terbesar dan terberat yang diikuti oleh timnya, sehingga kualitas permainan di atas Aggregat FC.

“Tim kami baru lahir, baru terbentuk beberapa bulan, tapi kita tetap semangat dan akan terus mengikuti kompetisi sampai akhir. Kami juga masih optimistis bisa lolos ke babak 16 besar,” kata Dicky.

Pada pertandingan kali ini, Aggregat FC meladeni tiga tim, yaitu Persib Akademik, Mahesa Cijantung dan Asiana. Namun dalam pertandingan tersebut hasil yang didapat belum berpihak ke Aggregat FC.

“Banyak catatan yang harus kita perbaiki. Mudah-mudahan di pekan ketiga nanti Aggregat FC bisa meraih poin. Kita akan terus evaluasi ini,” tutup Dicky.

Reporter : ddy

Editor : HjA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: