Rokok Tanpa Pita Cukai Beredar Luas di Batam, Bea Cukai Diminta Bertindak Lebih Tegas

BATAM (KM) – Peredaran rokok ilegal dengan Merk H&D yang tanpa pita cukai di Kota Batam semakin marak. Dari hasil pantauan awak media di lapangan, salah satu pemilik toko grosir yang ada di wilayah Sei Panas mengatakan bahwa rokok H&D yang saat ini beredar luas yaitu yang bermerk BOLD, sedangkan yang jenis tipis belum masuk ke pihaknya.

“Yang ada merk BOLD, Kami menjual per slop nya Rp90.000 rupiah, sedangkan harga per bungkusnya kami jual hanya Rp10.000 rupiah saja,” ungkap pemilik grosir yang enggan disebutkan namanya tersebut kepada KM (23/02).

Rokok H&D tanpa pita cukai yang diproduksi oleh PT Adhi Mukti Persada yang beralamat di kawasan Industri Mega Jaya Kota Batam tersebut, kini banyak digemari tidak hanya oleh kalangan muda saja, bahkan juga oleh para lansia dikarenakan harganya yang cukup murah dan penjualannya sudah merambah ke warung-warung kecil dan kaki lima.

PT Adhi Mukti Persada diketahui sudah beroperasi sejak tanggal 17 Agustus 2020 dan produk rokok yang dihasilkannya tak cuma dipasarkan di wilayah Kepri saja, namun juga dipasarkan melalui kegiatan ekspor keluar Batam.

Keberadaan rokok tanpa pita cukai yang ada di wilayah Batam memang sudah tidak asing lagi, berdasarkan informasi sumber yang dihimpun, tak hanya satu merek ini saja yang tanpa pita cukai, namun ada juga merek-merek lain seperti Rexo, H Mild, dan Luffman.

Advertisement

Terkait masalah ini, awak media kupasmerdeka.com mencoba mengonfirmasikan hal tersebut melalui pesan WhatsApp kepada pihak Bea Cukai yaitu Kabid BKLI, M Rizki Baidillah, Kamis, 24 Februari 2022, dan diperoleh informasi bahwa terkait peredaran rokok ilegal, pihak bea cukai sudah melakukan penindakan dan operasi pasar.

“Untuk tahun 2021 saja total yang dilakukan penindakan sebanyak 75 juta batang, untuk awal tahun ini sudah lebih dari 300 ribuan batang yang dilakukan penindakan. Jadi upaya kita untuk menekan peredaran rokok ilegal masih terus berjalan,” ujar M Rizki Baidillah.

“Memang masih ada ditemukan rokok-rokok yang ilegal di Batam, untuk itu upaya kita tidak berhenti dan akan terus melakukan operasi,” pungkasnya.

Sesuai ketentuan yang berlaku, peredaran rokok tanpa cukai melanggar pasal 54 undang-undang no 39 tahun 2007 tentang cukai yang menegaskan bahwa menawarkan atau menjual rokok polos atau rokok tanpa cukai terancam pidana penjara 1 sampai 5 tahun, dan/atau pidana denda 2 sampai 10 kali nilai cukai yang harus dibayar.

“Harapan kami kepada pihak bea cukai sebagai instansi yang bertugas khususnya, dapat memberikan pengawasan terhadap penghasilan negara tentang bea dan cukai, pemerintah pusat juga dapat melakukan sidak terkait peredaran rokok-rokok ilegal yang ada di Kota Batam,” harap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Reporter : Simon Tobing
Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: