Majelis Ulama Indonesia Kota Bogor Selenggarakan Musyawarah Daerah X di Kota Bogor

Musyawarah Daerah (Musda) X MUI Kota Bogor yang diselenggarakan di Hotel Onih Kota Bogor, Sabtu (26/2/2022)

BOGOR (KM) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) X di Hotel Onih Kota Bogor, Sabtu (26/2). Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Bogor, Kapolresta Bogor, para pejabat Pemkot Bogor, Pengurus MUI Kota Bogor, Para ketua MUI se-Kota Bogor, pimpinan Pondok Pesantren, Pimpinan Majelis Taklim, serta Ketua Ormas Islam di Kota Bogor.

Ketua MUI Kota Bogor KH. Mustofa Abdullah bin Nuh Lc mengatakan, berterima kasih kepada Wali Kota Bogor selama 5 tahun ini banyak membantu kegiatan MUI Kota Bogor demi tegaknya MUI menjadi kota yang sejuk.

“Alhamdulillah. Jalinan kerja sama ini telah membuat MUI Kota Bogor menjadi lebih baik. Dan terima kasih kepada Wali Kota Bogor,” ungkap KH. Mustofa.

Dalam kesempatan itu juga, dirinya mengungkapkan tidak ingin mencalonkan diri lagi menjadi Ketua MUI Kota Bogor.“ Saya tidak bisa meneruskan ke periode selanjutnya, tetapi insya Allah rumah saya di Kota Bogor dan terbuka buat siappun, dan saya akan tetap berkiprah di MUI Kota Bogor,” bebernya.

Alasan dirinya tak lagi mencalonkan diri karena banyak kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.“ Saya ingin fokus ingin merawat pusaka orangtua kami, beliau tidak meninggalkan harta, tanah luas, tidak meninggalkan keris atau benda-benda fisik lainnya. Yang beliau tinggalkan karya-karyanya, ada 40 karya dan ada sekitar 60 karya ibu Mursidah binti Abdullah Sayuti dan belum kita terbitkan, dan kami terus mendata,” ungkapnya.

Advertisement

Dirinya pun berharap, semoga penganti dan penerus saya lebih baik lagi dan lebih amanah menjaga MUI. Karena sekarang tantangan MUI lebih besar kedepan, karena akan ada badai politik 2024.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan, beberapa capaian yang dilakukan Pemkot Bogor salah satunya persoalan ekonomi. Menurutnya, ketika kota lain ekonominya tersendat-sendat namun tidak untuk Kota Bogor.

“ Setiap bulan Oktober dan November normal seperti biasa. Jadi kita bersyukur ekonomi membaik, angka-angka membaik. Kota Bogor IPM pertumbuhan 2021 tertinggi di Jabar,” kata Bima.

Akan tetapi, urusan Kota bogor bukan hanya ekonomi, tapi urusan kota ramah keluarga dirinya ingin setiap sudut dirumah Kota Bogor jauh dari kemudharatan, sehingga kota ramah keluarga benar-benar terwujud.

Dengan tetap terjaganya keramahan dan kesejukan di Kota Bogor maka dalam kegiatan ini pihaknya mengucapkan terima kasih kepada para Ulama yang telah ikut menjaga kondisi ini.

“Dititik itulah, hatur nuhun pisan ka para ulama. Terus mengingatkan dan mengawasi yang bathil-bathil. Walaupun ada perda tibum. Kalau hari ini Kota Bogor guyub, sejuk, mari kita Yakini berkat doa para kiyai dan ulama kita,” pungkasnya.

Reporter:  ddy

Editor: MS

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: