Bencana Banjir Sudah Berlalu Hampir Satu Tahun, Kisruh Bantuan Masih Terjadi Hingga Saat Ini

Rumah warga Kp. Kadaung, Desa Rengasjajar, Cigudeg, yang terdampak banjir bandang yang melanda pada Mei 2021 silam (dok. KM)
Rumah warga Kp. Kadaung, Desa Rengasjajar, Cigudeg, yang terdampak banjir bandang yang melanda pada Mei 2021 silam (dok. KM)

BOGOR (KM) – Polemik mengenai bantuan yang disalurkan untuk bencana banjir bandang yang pernah melanda beberapa desa di daerah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, khususnya di Desa Rengasjajar pada tanggal 17 Mei 2021 lalu masih jadi perbincangan hangat warga hingga saat ini.

Kepada Kupasmerdeka.com, beberapa warga mengaku sudah melakukan protes bahkan mendatangi rumah Kepala Dusun 07 Desa Rengasjajar Agus Kurniawan untuk mempertanyakan perihal bantuan yang akan disalurkan dalam waktu dekat ini.

Salah satu warga, sebut saja Bonol, mempertanyakan mengapa jumlah penerima bantuan yang awalnya 16 kepala keluarga, hanya menjadi 8 kepala keluarga.

“Saya tidak berpikir jelek atau gimana, tapi yang saya pertanyakan kok yang tadinya 16 kepala keluarga sekarang menjadi 8 kepala keluarga yang menerima bantuan, dan yang rumahnya tidak hancur pun diduga akan mendapat bantuan nanti, ini ada apa?” ungkapnya saat meceritakan keluhannya kepada kupasmerdeka.com di Warung Kopi Kadaung, 18/2 sore.

Sementara itu, Kepala Dusun 07 Desa Rengasjajar, saat dikonfirmasi keluhan warganya menyatakan benar jika awalnya yang menerima bantuan sebanyak 16 kepala keluarga.

“Memang benar bantuan yang pertama itu diberikan kepada 16 kepala keluarga dan jangan salah, itu bantuan hasil dari sukarela quarry

Advertisement
atau perusahaan yang ada di Kecamatan Cigudeg karena sifatnya urgent, itupun bukan cuma warga Kampung Kadaung yang dapat bantuan, desa-desa lain juga yang terdampak dapat bantuan kok,” jelas Kadus 07 saat diwawancarai KM via telepon.

“Adapun bantuan yang akan disalurkan di tahap berikutnya itu data berubah menjadi 8 kepala keluarga yang menerima bantuan, itupun data dari pihak BPBD dan kami tahu dari Kecamatan. Jadi jangan berpikir kami menyelewengkan atau bagaimana karena dana bantuan itu akan disalurkan langsung melalui rekening bank atas nama penerima bantuan tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Cigudeg, Pardi membenarkan bahwa data bersumber dari BPBD, bukan dari pemerintah desa atau kecamatan.

“Memang benar datanya itu dari BPBD Kabupaten Bogor bukan dari pemerintah desa atau kecamatan. Aparatur desa hanya menjalankan tugasnya saja kok untuk memberitahukan kepada warganya yang menerima bantuan agar segera membuat rekening bank untuk pencairannya,” ucap Camat Cigudeg di kantornya kepada kupasmerdeka.com kemarin 22/2.

Reporter: HSMY/BAYU
Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: