Terbengkalai, Ini Kondisi Salah Satu Bangunan Sejarah di Cigombong

BOGOR (KM) – Bangunan bekas tangsi militer pada jaman penjajahan dan pusat pengolahan daun teh serta karet PTP Nusantara VIII yang berada di Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, kondisinya semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, bangunan saksi perjalanan sejarah bangsa itu kondisinya sudah sangat lapuk dimakan usia, terlebih dengan tidak adanya upaya perawatan dari pihak terkait.

Dari pantauan KM di lapangan, beberapa bangunan dimanfaatkan warga setempat dan pendatang untuk tempat usaha seperti usaha kuliner, batu suiseki dan usaha lainya. Sementara sebagian besar bangunan lainnya dibiarkan terbengkalai tanpa perawatan.

Menyikapi hal itu, Ketua Organisasi Kepemudaan (OKP) Generasi Muda (GM) FKPPI 10.04 Kabupaten Bogor, Rayon 15 Kecamatan Cigombong – Cijeruk, R. Bayu mengaku sangat prihatin.

“Sebagai masyarakat dan anak pejuang, Saya sangat prihatin dengan kondisi bangunan bernilai sejarah yang terbengkalai tanpa perawatan seperti itu. Biar bagaimanapun, bangunan itu merupakan aset sejarah milik bangsa kita yang harus terjaga kelestarianya,” kata dia saat dijumpai KM di Kantor Sekretariatnya di Lido Cigombong, Senin (10/01).

Bayu meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor melalui dinas terkait agar segera melakukan upaya serius untuk melestarikan salah satu situs bersejarah itu.

Advertisement

“Pemkab Bogor harus segera mengambil langkah cepat untuk melindungi aset-aset sejarah di wilayahnya. Sebelum semuanya runtuh dan tidak ada kesan pembiaran”, tegasnya.

Berdasarkan keterangan dari warga setempat, beberapa tahun ke belakang, ada sekelompok warga negara Jepang yang datang ke lokasi komplek pabrik perkebunan di wilayah Rw 07 Desa Cibiruy itu. Mereka (Warga Negara Jepang, red) melakukan penggalian harta karun, dan berhasil mengangkat berbagai jenis perhiasan berharga yang diduga dipendam leluhurnya pada jaman penjajajahan dahulu.

“Kalau gak salah itu tahun 2010 an. Ada orang kita yang bawa sekelompok orang Jepang yang bawa peta harta karun. Mereka beli lahan di pinggir jalan dekat lapangan tenis dan langsung digali. Hasil penggalian itu mereka dapat beberapa guci yang isinya berbagai jenis perhiasan emas dan berlian. Saya bukan kata orang, karena saya waktu itu ikut jadi kuli galinya,” ungkap Heri, warga Komplek Eks Pabrik Perkebunan PTP Nusantara VIII yang dulunya dikenal Komplek PTPN XI Pondok Gedeh.

Reporter : Raden

Editor : Soedrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: