Sudah Setahun Tak Berdaya Alami Kelumpuhan, Dua Remaja Ini Nantikan Perhatian Pemerintah

SUKABUMI (KM) – Kondisi yang sangat memprihatinkan dialami oleh warga Kp. Benteng RT 01/06 Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, dimana dalam satu Keluarga 2 anaknya menderita kelumpuhan. Putri Larasati (19) yang sejak satu tahun lalu mengalami sakit, kini hanya bisa pasrah dan terbaring di tempat tidur.

Begitupun sang Kakak Kandungnya Iwan (28) juga mengalami sakit lumpuh dan kaku semenjak satu tahun yang lalu. Awalnya Iwan hanya mengalami sakit biasa saja di usia 20 tahun, tanpa diduga semakin hari kondisi Iwan semakin memburuk dan pernah dibawa berobat. Namun karena kondisi dan keadaan ekonomi yang tidak memadai, pihak keluarga pun tidak mampu untuk membiayai pengobatannya dan sampai sekarang ketika awak Media Kupas Merdeka berkunjung ((28/1), terlihat kondisi Iwan sangat memprihatinkan dan hanya terbaring kaku di ruang tamu.

Dalam keterangannya kepada KM, Putri Larasati (19) dan Iwan (28) mengaku hanya bisa pasrah menerima kondisi sakitnya tersebut, saat ini mereka hanya di temani Nenek Cacih (54) yang setiap hari mengurusnya, karena ayah nya Sumarna sudah meninggal dunia.

Advertisement

Dalam penuturannya, pihak keluarga mengaku tidak mengetahui penyakit apa yang diderita kedua remaja itu, mereka tidak berdaya karena keterbatasan finansial dan hanya bisa berdoa serta berharap pertolongan dari Yang Maha Kuasa, menanti uluran tangan dari siapapun agar keduanya bisa diobati, sehingga kembali sehat dan bisa beraktivitas layaknya remaja seusia mereka.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat setempat, Ade Baharudin mengatakan, kedua remaja itu seharusnya menjadi perhatian Pemerintah. Dia juga menyampaikan keprihatinannya atas apa yang diderita Iwan dan Putri. Ade mengaku saat ini tengah berusaha agar keduanya mendapatkan bantuan dari Pemerintah dan atau dari pihak lain agar segera mendapatkan perawatan medis.

“Berharap kepada semua pihak mohon bantuannya untuk kedua remaja kakak beradik ini agar penanganan secara medis sebagai syareat atau usaha dalam ikhtiar untuk kesembuhan, dan tetap berdo’a kepada Allah Swt sebagai Hakekatnya,” pungkas Ade Baharudin.

Reporter : Md, Bustomi

Editor : Soedrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: