Polres Bogor Amankan 6 Tersangka Mafia Tanah

BOGOR (KM) – Polres Bogor berhasil melakukan pengungkapan terhadap para pelaku mafia tanah yang memperjual belikan aset negara yang mengakibatkan kerugian terhadap korban dan negara hingga mencapai Rp15 miliar.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin dalam konferensi pers mengatakan bahwa dalam tiga pengungkapan yang dilakukan terhadap kasus mafia tanah ini, berhasil diamankan sebanyak 6 orang tersangka.

“Pengungkapan ini berawal dari adanya Laporan Polisi pada tanggal 02 November 2021 yang dibuat oleh saudara Ahmad Khoerurizal atas pemalsuan surat dari DJKN RI, Perihal Permohonan Penerbitan SKPT dan Buka Blokir,” ungkapnya.

“Ya atas laporan tersebutlah kita lakukan penyelidikan yang kemudian dari hasil penyelidikan yang dilakukan tersebut berhasil kita amankan 2 orang tersangka berinisial AS (54) dan DH (44),” tambah Iman.

Iman menjelaskan, modus para tersangka dalam melakukan aksinya tersebut yaitu dengan melakukan pemalsuan surat-surat dari Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN), dan SHGB No 1914.

“Jadi surat palsu yang seolah-olah diterbitkan oleh DJKN ini digunakannya untuk membuka blokir di BPN Kabupaten Bogor, serta terkait objek tanah milik negara yang mereka jual kepada pembeli/ korban,” terang Iman.

“Atas pengungkapan tersebut, kami pun melakukan pengembangan kembali dan berhasil mengamankan para pelaku mafia yang juga melakukan pemalsuan dokumen DJKN dan jual beli aset milik negara yakni RF (54), AS (54), DH (44) dan IA (34),” lanjutnya.

Advertisement

“Dari pengungkapan yang kita lakukan tersebut, berhasil kita amankan barang bukti berupa 1 lembar Surat Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara, dan Sistem Informasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI, 1 lembar surat tanda terima Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI,1 bundel berkas surat permohonan penerbitan SKPT dan buka blokir, 2 buah CPU, 1 buah laptop, 1 buah printer, 1 buah keyboard, 1 flashdisk, surat tanda terima uang senilai 5 Milyar, PPJB, surat kuasa , surat tanda terima BPN, photo copy surat DJKN, surat jawaban atas somasi dan 1 lembar photo copy surat S-715/KN.5/2017 tanggal 17 Mei 2017,” bebernya.

“Atas perbuatannya, beberapa tersangka akan kita jerat dengan pasal 263 ayat 1-2 , yaitu dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun. Dan beberapa pelaku lainnya ada yang kita kenakan dengan pasal penipuan yakni pasal 378 dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun,” tutup rilis tersebut,” pungkasnya.

Reporter: ddy

Editor: Soedrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: