Baru Rampung 60%, Pembangunan Masjid Nurul Amal Desa Sukaluyu Terancam Mangkrak, Warga Mengaku Tak Sanggup Lagi

BOGOR (KM) – Pembangunan Masjid Nurul Amal yang berada di Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor terancam mangkrak. Padahal, masjid kebanggaan warga yang sedang direnovasi total sejak 2019 tersebut sudah menelan dana swadaya masyarakat sekitar Rp1 miliar dan pengerjaannya sudah mencapai 60%.

“Kami keteteran pak, sepertinya tidak akan sanggup melanjutkan kalau hanya mengandalkan swadaya warga setempat, kalau hanya sebatas tenaga, kami masih siap, tapi kalau sudah menyangkut anggaran, kami mulai menyerah pak,” ujar salah satu warga Desa Sukaluyu kepada KM kemarin 3/1.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Sukaluyu, Aos, yang mengaku jika dirinya beserta warga sudah berupaya maksimal dan terus berjuang melanjutkan pembangunan Masjid Nurul Amal.

“Atapnya baru tersusun rangka baja ringan, belum ada atap atau genteng, baru ditutupi dengan bahan seadanya, di kala hujan, membuat para jamaah harus merasakan tetes-tetes hujan membasahi punggung mereka ketika sedang melaksanakan shalat,” ujar Aos yang juga ketua pembangunan Masjid Jami Nurul Amal kepada Kupasmerdeka.com 4/1.

“Masjid Jami Nurul Amal ini adalah satu-satunya masjid yang diharapkan menjadi bangunan termegah di pusat Desa Sukaluyu. Sebelumnya, sudah dilakukan beberapa kali rehab, namun karena sudah tidak lagi mampu menampung jamaah saat salat Jumat, akhirnya diputuskan untuk merenovasi total menjadi 2 lantai dan pembangunannya sudah dimulai sejak 2019,” jelasnya.

Pembangunan Masjid yang lokasinya berhadapan dengan rumah Kepala Desa Sukaluyu ini diperkirakan sudah menelan biaya sekitar Rp1 miliar hasil dari swadaya warga dan sumbangan para dermawan.

Tampak depan Masjid Nurul Amal Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor (dok. KM)

“Sebenarnya pengembangan telah dilakukan beberapa kali, namun seiring pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah ini yang semakin padat, maka pengembangan yang dilakukan  menjadi  menjadi tidak maksimal,” lanjut Aos.

“Untuk saat ini, sangat berat bagi warga yang pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani, untuk dapat menyelesaikan pembangunan masjid tanpa uluran tangan dari dermawan dan donatur. Untuk itu, saya selaku Kepala Desa Sukaluyu dan Ketua pembangunan Mesjid Jami Nurul Amal, berharap kiranya ada bantuan dari para dermawan agar pembangunan mesjid Nurul Amal bisa segera diselesaikan,” ungkap Aos.

Advertisement

“Pembangunan masjid ini sudah kami laksanakan sejak 2019, dan sekarang sudah selesai sekitar 60%. Kami masih butuh dana sekitar 1 miliar lagi, antara lain untuk kubah, atap/genteng, toilet dan tempat wudhu, keramik dinding, tangga, dan serambi depan. Untuk itu kami sangat berharap ada uluran tangan dari para dermawan untuk membantu kami menyelesaikan rumah ibadah yang menjadi kebanggaan kami di Desa Sukaluyu ini,” terang Aos.

Bagi donatur yang ingin membantu pembangunan Masjid Nurul Amal, dapat langsung menyalurkan dananya ke Rekening BRI, nomor 08020 10558 89538 atas nama Kepala Desa Sukaluyu Aos, SPd.I atau jika ingin memberi bantuan secara langsung dapat menghubungi Mang Uus selaku Sekretaris Desa Sukaluyu di nomor HP 085846315822.

Sekilas Tentang Desa Sukaluyu

Desa Sukaluyu memiliki panorama alam yang luar biasa indahnya, mengingat letak geografisnya yang berada di ketinggian lebih dari 1000 meter, suhu udaranya yang sejuk dan dingin, aliran air yang menggericik, hamparan sawah yang luas, dan puncak Gunung Dahu dan Gunung Tangkil yang mempesona membuat Desa Sukaluyu tidak kalah indah dengan belahan bumi Bogor lainnya.

Saat ini, Desa Sukaluyu sedang berbenah diri mempercantik wajah desa, di tengah kunjungan wisatawan domestik yang semakin ramai, untuk itulah warga masyarakat Desa Sukaluyu bahu-membahu mendandani Desa, dan tentunya Mesjid Jami Nurul Amal sebagai tempat ibadah sekaligus sebagai simbol masyarakat yang 100% beragama Islam.

Reporter : Deni Husni
Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: