Program PTSL di Desa Damping Ditengarai Jadi Ajang Bisnis Oknum Perangkat Desa

SERANG (KM) – Program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) diduga dijadikan ladang bisnis oleh oknum Perangkat Desa Damping, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Pasalnya, banyak warga mengaku dimintai sejumlah uang melebihi ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat, bahkan ada warga yang sudah selesai pengurusan sertifikatnya, namun tidak bisa diambil karena harus menyerahkan uang tebusan senilai tertentu kepada oknum perangkat desa tersebut.

Dari hasil penelusuran kupasmerdeka.com bersama aktivis Komunikasi Persaudaraan Gabungan Antara Teman (KOPASGAT), dugaan terjadinya penyalahgunaan wewenang oleh oknum perangkat desa yang menjadikan program PTSL sebagai ajang bisnis mulai terkuak akibat ratusan warga Desa Damping yang belum bisa bernapas lega karena belum juga menerima Sertifikat Hak Milik sebagai bukti kepemilikan sah tanahnya.

Kasdani, salah seorang warga Kp. Pangenetan, mengaku dirinya telah mengajukan pembuatan sertifikat tanah untuk 4 (empat) sertifikat dan sudah menyerahkan uang sebesar Rp 800,000 saat pengajuan.

“Padahal, pernah ada yang bawa sertifikat saya kerumah sudah jadi 2 (dua) biji cuma diperlihatkan saja dan dibawa kembali oleh mereka, alasanya belum disampul sertifikatnya dan mereka meminta biaya lagi buat sampul dua biji Rp 200,000. Sampai sekarang saya belum juga menerima sudah sekitaran hampir setahun. Totalnya saya sudah memberi uang senilai Rp.1.000,000,” ucap Kasdani kepada KM 25/12.

Warga lainnya yang mengeluhkan hal sama adalah Nurija, warga dari Kp. Handiwung yang mengatakan bahwa pengurusan sertifikat tanahnya sudah selesai tapi belum bisa diambil. “Memang sudah beres tetapi saya tidak punya uang untuk menebusnya,” kata Nurija.

Hal senada juga diungkapkan Sarwinah yang mengaku sudah membayar 600 ribu untuk pengurusan sertifikat tanahnya.

“Saya juga sudah ngasih uang sebesar Rp. 600.000 tetapi sampai saat ini sertifikat tanah belum diterima yang dikhawatirkan takut disalah gunakan karena ramai rumor banyak sertifikat tanah sudah jadi tapi dijaminkan ke orang lain,” jelas Sarwinah.

Advertisement

Sementara itu, dari keterangan salah satu Ketua RT yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa dirinya diperintahkan oleh Arsudin selaku Sekdes untuk memintai 1 (satu) sertifikat tanah Rp.350,000 (tiga ratus lima puluh ribu) dan kalau tidak ada uang, maka dibawa kembali sertifikatnya.

“Saya pun sempat mempertanyakan ke Arsudin takut ada masalah ujungnya, tapi kata Sekdes Damping Arsudin jangan takut, kalau ada apa-apa dia yang bertanggung jawab,” terangnya.

“Saya telah kembalikan ke Arsudin kurang lebih 15 (lima belas) sertifikat tanah sekitar sebulan yang lalu, karena yang atas nama tersebut tidak punya uang untuk menebusnya,” lanjutnya.

Dari pengakuan warga lainnya yang bernama Aman, ia mengaku kalau sertifikat tanah warga Desa Damping sudah dijaminkan ke pihak ketiga dan beberapa diantaranya diketahui sudah ada di Notaris.

“Di surat serah terima pun salah satunya adalah atas nama Saya sebanyak 16 biji sertifikat tanah dan yang lainnya berisial (D) ada 21 sertifikat, berinisial (U) ada 18 sertifikat, semuanya yang menyerahkan sertifikat tanah Sekdes Arsudin dan sudah menerima uang dari pihak ketiga ratusan juta,” beber Aman melalui rekaman suara.

Saat dikonfirmasi KM melalui chat What’sApp, Arsudin selaku Sekdes Damping tidak merespon hanya membaca saja.

Terpisah, Saprin selaku satgas sertifikat tanah dari BPN setempat, menjelaskan bahwa pembuatan sertifikat tanah Desa Damping memang dirinya yang membuat, tetapi terkait menjaminkan sertifikat tanah tersebut ke pihak ketiga, itu tanpa sepengatahuan dirinya, dan ia pun menegaskan bahwa hal tersebut sudah menyalahi kewenangan karena tidak langsung dibagikan ke warga.

“Karena tugas saya pembuatan sertifikat tanah tersebut, ketika sudah jadi saya serahkan ke Sekdes Arsudin selaku Satgasnya Desa yang membagikannya kewarga masyarakat Desa Damping,” tutupnya.

Reporter : Ade irawan

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: