Papan Informasi Proyek Rabat Beton di Desa Damping Baru Dipasang Jelang Pelaksanaan Monev, Aktivis Duga Ada Kongkalingkong

SERANG (KM) – Pembangunan proyek rabat beton di Kampung Pangenetan, Desa Damping, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten telah selesai dikerjakan, namun papan informasi proyeknya baru dipasang, padahal sebelumnya tidak terlihat sama sekali.

Adapun pemasangan papan informasi tersebut diduga terkait dengan adanya agenda monitoring dan evaluasi dari Kecamatan Pamarayan hari Jumat 03/12.

Proyek pembangunan rabat beton tersebut menggunakan anggaran Dana Desa TA 2021 senilai Rp 540,050,000,- dengan spesefikasi panjang 985m, lebar 3m, ketebalan 15cm.

Terkait kegiatan monitoring, Camat Pamarayan, Bagja, mengatakan jika hasil Monev tim dilapangan cukup memuaskan.

Sementara itu, Pjs.Kepala Desa Damping, Darmin, saat dikonfirmasi terkait papan proyek menjelaskan bahwa itu bukan baru dipasang, tetapi baru dibuatkan lagi dan sudah tiga kali dibuat.

“Dapat bikin lagi, sudah tiga kali bikin, soalnya selalu ada yang ngambil terus, jadi mau dimonev dari kecamatan harus ada papan informasi proyeknya, mau dipasang besok takut hilang lagi, makanya pas dimonev saja sekalian dipasangnya,” kelitnya.

“Jelas hasil monev tadi tidak ada yang kurang malah kelebihan panjang, lebar 3 (tiga) meter dan tinggi sesuai. Nanti juga ada tim monev dari Kabupaten, ngukur ulang juga uji koring, entar dihitung ulang lagi anggaran dan bahan pembelanjaan, kalau ada yang kurang dari anggaran, paling saya mengembalikan ke kas daerah,” jelas Darmin.

Advertisement

Terpisah, Inspektorat Kabupaten Serang, Aikas, mengatakan, “Sepanjang ada pelapor atau pengaduan secara resmi dan tertulis kepada inspektorat, bisa ditindak lanjuti, nanti dipelajari akan diaudit”.

Salah satu warga Kp. Pangenetan (Mul), membenarkan bahwa dirinya melihat kalau papan informasi memang baru dipasang.

Warga lain yang juga tinggal di Kp. Pangenetan, turut menyayangkan hasil pemeriksaan yang katanya sangat memuaskan. “Padahal terlihat dari pinggir pun diduga kurang ketebalannya apalagi tengah-tengahnya dari jalan pesawahan sampai mau masuk kampung pangenetan,” kata warga yang enggan disebutkan namanya itu.

Menanggapi hal itu, Ubay, Aktivis Perkumpulan KOPASGAT, mengatakan kalau pembangunan rabat beton di jalan kampung pangenetan sangat miris dengan teknis pekerjaan yang seakan dibuat-buat dan ada kongkalingkong saat dilakukan monev.

“Saya bingung dengan metode monev pihak Kecamatan Pamarayan, saya meminta kepada inspektorat untuk mengaudit sekaligus mengkoring jalan rabat beton kampung pangenetan dan jangan dilihat dari bagistingnya saja, tapi juga periksa bagian tengahnya,” tegasnya.

“Apabila terjadi penyimpangan anggaran secara sengaja, saya berharap diproses hukum agar menimbulkan efek jera,” tandasnya.

Reporter : Ade Irawan
Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: