GEMPPAR Desak Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Dicopot, Ada Apa?

BOGOR (KM) – Presidium Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Peduli Aset Negara (GEMPPAR) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mencopot dan aparat hukum segera memeriksa Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terkait pembelian lahan serta pemanfaatan resevoir, dalam aksi demonstrasi di Balaikota Bogor, Jumat 3/12.

“Salah satu poin utama kita adalah terkait informasi keterbukaan publik, khususnya pelaporan pertanggungjawaban direksi Perumda Tirta Pakuan, yang mana itu suatu kewajiban, bahkan amanah Peraturan Daerah Kota Bogor No 21 Tahun 2019 tentang perusahaan BUMD Tirta Pakuan,” ungkap Koordinator GEMPPAR Fatollah Wahid kepada awak media.

“Ya di pasal 70, menyebutkan direksi wajib mempublikasikan laporan keuangannya, secara keseluruhan, kepada masyarakat, baik itu di sosial media ataupun website resminya. Nah hari ini kita minta itu, tidak ada,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Sihol tersebut juga menyampaikan, fakta di lapangan, belum terjadi dan sampai saat ini masih ada permasalahan-permasalahan yang belum diketahui masyarakat luas. “Makanya dalam tuntutan kami hari ini, meminta Wali Kota Bogor untuk memerika dan mengevaluasi kinerja direksi atau mencopot apabila tidak segera memperbaiki permasalahan-permasalahan di reservoir, dan informasi keterbukaan publik,” jelas Sihol.

Salah satunya, lanjut Sihol, pengelolaan keterkaitan pembelian lahan serta pemanfaatan lahan Reservoir milik Perumda Tirta Pakuan di Kabandungan Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor dan, di Jabaru, yang hari ini belum di maksimalkan padahal kita lihat anggaran negara sudah miliyaran rupiah untuk proses pembelian serta pembangunan lahan reservoir itu, agar memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bogor.

“Untuk itu kami meminta kepada penegak hukum melakukam penyelidikan. Karena kita melihat ada potensi kerugian negara yang berasal dari tindakan-tindakan nepotisme yang kita duga oknum-oknum pejabat perusahaan Perumda Tirta Pakuan.” Dan perlu kami tegaskan, kita tidak akan hanya aksi sekali ini, aksi akan berlanjut sampai tuntutan kita dilaksanakan,” pungkas Sihol.

Seperti diketahui dalam upaya meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor menargetkan penyelesaian pembangunan penampungan air dari dua sumber mata air di Kabandungan, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan mengatakan bahwa sumber mata air dan resapan air yang ada di Kabandungan ini luasnya satu hektare. “Nantinya sumber mata air dan resapan air di lokasi tersebut akan mendistribusikan sekitar 30 liter per detik ke reservoir Kota Batu, yang kemudian dialirkan ke pelanggan di zona 6 Kota Bogor,” ungkap Rino kepada awak media di Kabandungan, beberapa waktu lalu.

“Ya akan kita bangun tempat ini, hanya bak untuk penangkapan air, juga tempat pembubuhan desinfektan sebelum dialirkan ke reservoir Kota Batu, yang sekarang berkapasitas 2.000 meter kubik, mengaliri zona 6. Dari sini, ke bawah, sampai ke wilayah belakang Kebun Raya Residence (KRR),” tambah Rino.

Kata Rino, penampungan air Kabandungan sejatinya bisa mengalirkan air 40-50 liter per detik. Namun pihaknya hanya akan mengambil 30 liter per detik dan sisanya untuk pelestarian lingkungan dan konservasi. “Jadi kita akan buat bak-bak penampungan air tertutup seperti di Kotabatu dan Tangkil,” katanya.

Kaitan progres pembangunan, sambung Rino, saat ini Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tengah menunggu keluarnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Setelah itu, pembangunan fisik bisa segera dilakukan. Sedangkan pembebasan lahan sudah diselesaikan tahun lalu, dengan menelan anggaran Rp. 9,5 miliar.

Lebih lanjut Rino mengatakan bahwa pembangunan penampungan air Kabandungan harus selesai tahun ini. Sebab, saat ini pihaknya banyak menerima keluhan soal penambahan jumlah pelanggan di zona 6.

“Perencanaan lainnya sudah siap. Tinggal menunggu izin. Kalau pipa sudah bisa mulai. Karena pembebasan lahan sudah selesai tahun lalu. Tinggal kita bangun tahun ini dengan anggaran dari internal Tirta Pakuan sebesar Rp6 miliar.”

“Sehingga, Tirta Pakuan Kota Bogor bisa menambah jumlah pelanggan sekitar 2.100 unit, dari jumlah pelanggan saat ini sebanyak 7 ribuan pelanggan di zona 6. Makanya kita targetkan tahun ini harus selesai agar penambahan pelanggan bisa tercapai, karena sudah delapan tahun nggak ada penambahan pelanggan di zona 6. Padahal pertumbuhan penduduk selalu ada,” pungkas Rino.



Reporter: ddy

Advertisement

Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: