Pantauan Temukan Sederet Kejanggalan pada 2 Proyek U-Ditch di Wanasari Cibitung

Pekerjaan Saluran U-ditch di Jalan Kaca Piring RT 003/025 dan Jalan H. Namun RT 001/013 Kelurahan Wanasari Kabupaten Bekasi (dok. KM)
Pekerjaan Saluran U-ditch di Jalan Kaca Piring RT 003/025 dan Jalan H. Namun RT 001/013 Kelurahan Wanasari Kabupaten Bekasi (dok. KM)

BEKASI (KM) – Proyek pembangunan saluran drainase dengan item U-ditch, yang berlokasi di Gang H. Namun, Kampung Selang Cau RT 001 RW 013, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, diduga tidak sesuai spesifikasi. Pasalnya, waktu pelaksanaan dalam pemasangan U-ditch menurut informasi yang didapat dari Ketua RT 001 dasarnya tidak memakai pasir.

“Karena, waktu proses pekerjaan para pekerja hanya menggali, tanpa menggunakan pasir saat pemasangan U-ditch, kemarin juga saya menanyakan kapan tutupnya dipasang? Pihaknya mengatakan, kalau saya tidak salah pendengaran mereka nyetak sendiri,” ucap RT Nisan.

Dari hasil pantauan media, kegiatan serupa di lokasi lainnya yang berada di Jalan Kaca Piring RT 003 RW 025 perbatasan Kelurahan Wanasari dengan Desa Tambun, Kecamatan Cibitung, ditemukan beberapa U-ditch terlihat pecah dan retak-retak.

Sementara itu, Dedi selaku pengawas Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Bidang Permukiman, waktu dikonfirmasi melalui pesan singkat terkait U-ditch yang pecah dan retak tersebut, dirinya mengatakan sudah melakukan peneguran agar kontraktor mengganti U-ditch yang pecah.

Dedi mengaku juga sudah melakukan peneguran perihal kegiatan yang di Gang H. Namun, dan mengarahkan konsultan supaya kontraktor menambahkan panjangnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB) Yanto Purnomo menyayangkan hasil pekerjaan yang telah dilakukan kontraktor itu.

“Masa U-ditch baru sudah ada yang pecah-pecah, sebelum dipasang tidak tercantum merk pada U-ditch. Diduga U-ditch tersebut tidak standar SNI (Standar Nasional Indonesia) yang dirumuskan oleh Komite Teknis Perumusan SNI dan ditetapkan oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional),” ucap Yanto, 5/12.

“Mengenai item lantai kerja yang tercantum di RAB, kalau teknis di lapangan tidak menggunakan lantai kerja, kita menduga kontraktor telah mengurangi item pemasangan lantai kerja, sehingga untuk elevasi aliran air dari hulu ke hilir akan bermasalah dan tidak berfungsi maksimal,” lanjutnya.

“Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) dan Konsultan seharusnya lebih tegas terhadap standar SNI U-ditch di Kabupaten Bekasi, terutama kontraktor yang mengerjakan kegiatan jalan kaca piring dan jalan H. Namun,” tegasnya.

Reporter: Mon

Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: