Terima Kunjungan ABI, Ketua MUI Kota Bogor: “Sunni dan Syiah Adalah Mutiara Indah yang Harus Kita Jaga Bersama”

Pengurus DPD ABI Kota Bogor bersama Ketua MUI Kota Bogor KH Mustofa Abdullah bin Nuh, Rabu 24/11/2021 (dok. KM)
Pengurus DPD ABI Kota Bogor bersama Ketua MUI Kota Bogor KH Mustofa Abdullah bin Nuh, Rabu 24/11/2021 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ormas Ahlulbait Indonesia (ABI) Kota Bogor menyambangi kediaman Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor KH Mustofa Abdullah bin Nuh, Rabu 24/11. Dalam kunjungan tersebut Ketua MUI Kota Bogor, yang akrab disapa Abah Toto, menyampaikan pesan agar umat Islam senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dan menghindari perpecahan antar mazhab.

“Masing-masing dari kita harus dan hendaknya memperkuat keimanan kita dengan tetap dan selalu berpegang teguh pada tali-tali Allah sebagai penguat untuk kita dapat senantiasa bersama Allah SWT,” ujar Abah Toto kepada pengurus DPD ABI yang berkunjung.

Ia juga menyebut nama sosok ulama Syiah terkenal, Ayatollah Khomeini, sebagai “sosok yang agung dan luar biasa”.

“Sosok pribadi dalam mazhab Syiah yang menjadi tali Allah SWT yakni salah satunya adalah Imam Sayyid Khomeini. Sosok agung yang begitu luar biasa,” tuturnya.

“Hendaknya kita harus selalu menjaga hati kita dari upaya luar biasa syaiton yang secara masif berusaha masuk ke dalam hati kita untuk dapat syaiton kuasai. Cara agar hati kita terjaga yakni dengan selalu menjaganya dengan mengingat Allah,” tambahnya.

Ia juga mengajak agar umat Islam rajin melaksanakan amalan-amalan yang sudah menjadi tradisi seperti tawasul dan ziarah, dan mewaspadai pihak-pihak yang berupaya menjauhkan umat dari amalan-amalan tersebut.

“Rajin dan besarkanlah amaliyah-amaliyah yang menjadi kekuatan kita, seperti tawasul, doa-doa harian, tahlil, ziarah. Karena musuh dalam bingkai manusia yang hatinya terkuasai oleh syaiton akan selalu berusaha menghilangkan dan menjauhkan kita dari amaliyah-amaliyah tersebut,” katanya.

Advertisement

Menurutnya, musuh yang sesungguhnya harus dilawan adalah “Zionis dan sistem yang selalu berusaha untuk memecah belah umat”.

“Mari kita bersama-sama dapat melakukan jihad dalam bidang apapun, seperti jihad ekonomi, sosial, dan lainnya untuk melawan sesungguhnya musuh, yaitu Zionis serta sistem yang selalu berusaha memecah belah ummat, baik itu antar mazhab, antar agama, atau memecah persatuan dan kesatuan,” ucapnya.

Abah Toto juga menekankan bahwa perbedaan-perbedaan di tengah umat justru adalah “mutiara indah” yang berharga, sedangkan pihak yang saling mengkafirkan adalah orang-orang yang “hatinya terkuasai oleh syaiton”.

“Jika ada yang berusaha menghina, mengkafirkan, atau mendiskreditkan satu dengan yang lain, maka saya siap untuk berdiri di garis terdepan. Karena sesungguhnya mereka yang berbuat kerusakan adalah orang-orang yang bodoh, yang hatinya telah terkuasai oleh syaiton.
Mari kita jaga perbedaan-perbedaan yang ada karena itu merupakan mutiara indah yang teramat berharga,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD ABI Kota Bogor Roushan Fikri menerangkan bahwa kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi untuk “memperkuat hubungan.”

“Silaturahmi ini dalam rangka menjalin ukhuwah untuk memperkuat hubungan agar ke depan dapat melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi ummat,” ujar Fikri.

Pada akhir kunjungan tersebut, pengurus ABI Kota Bogor menyerahkan cenderamata berupa buku “Manifesto ABI” untuk MUI Kota Bogor.

Reporter: Red

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: