Aktivis Endus Kongkalikong di Balik Proyek Pengaspalan di Perum Villa Permata

Pengambilan sampel core drill di Jalan Anggur RT 002/012 Perum Villa Permata, Desa Jejalenjaya, Kecamatan Tambun Utara (dok.KM)
Pengambilan sampel core drill di Jalan Anggur RT 002/012 Perum Villa Permata, Desa Jejalenjaya, Kecamatan Tambun Utara (dok. KM)

BEKASI (KM) – Kegiatan peningkatan jalan lingkungan yang menggunakan item aspal (hotmix) yang dikerjakan CV. Adinda Putri Hapidza, dengan nilai anggaran Rp. 160.665.622,04, di Perumahan Villa Permata Jalan Anggur RT 002 RW 12 Desa Jejalenjaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, telah melaksanakan proses core drill.

Dalam proses pengambilan sampel core drill, turut dihadiri Pengawas dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Dan Pertanahan (DPRKPP) Bidang PSU, Konsultan dan kontraktor.

Adapun hasil core drill tersebut, diduga sudah direncanakan oleh Kontraktor untuk memilih titik yang ditunjuk pada saat pengambilan sampel.

Saat kupasmerdeka.com menemui salah satu warga Perumahan Viila Permata untuk meminta tanggapan tentang hasil core drill, ia menyatakan bingung dengan spek pekerjaan itu.

“Saya bingung, untuk spek tidak tahu berapa centi, karena saat dilobangin kenapa hanya di bagian tengah saja. Sedangkan di bagian pinggir kelihatan tipis paling hanya 2 centi,” ujar warga yang tidak ingin namanya disebut itu.

Terpisah, Yanto, selaku Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB) sekaligus pemerhati infrastruktur menduga ada permainan antara kontraktor, konsultan pengawas dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada saat pengambilan sampel core drill

Advertisement
.

“Karena, waktu pengambilan sampel core drill kenapa hanya pihak kontraktor yang menunjuk di semua titik, anehnya, pengawas dan konsultan terkesan melakukan pembiaran tanpa ikut serta memilih titik sebagai kewajibannya,” kata Yanto kepada KM, Jumat 26/11.

Lebih lanjut Yanto menjelaskan, seharusnya pengawas dan wasdal memiliki peran penting ketika pengambilan sampel core drill, mereka harus bisa melakukan ketegasan jangan hanya diam saja.

“Ada dugaan kecurangan, waktu pengambilan sampel core drill, dirinya meminta kepada Inspektorat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi, untuk melakukan pengecekan hasil core drill di Perumahan Viila Permata yang dilakukan CV. Adinda Putri Hapidza, dan menindak tegas para oknum yang diduga bermain curang,” jelas Yanto.

Sementara itu, saat dihubungi KM lewat pesan What’sApp, Elfas, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang PSU, Dinas
Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) ketika dikonfirmasi terkait pengambilan sampel core drill dibeberapa titik yang ditunjuk oleh Kontraktor, dirinya berkelit dengan mengatakan akan mengonfirmasi dulu ke pengawas, konsultan, dan penyedianya.

Reporter : Mon

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: