Proyek Turap Kali Srengseng Sudah Lewat Batas Waktu Pelaksanaan, Aktivis: PPK Harus Jatuhkan Sanksi kepada Kontraktor

Pekerjaan proyek turap Kali Srengseng di belakang SDN 15 Wanasari, Kecamatan Cibitung yang masih berlangsung (dok. KM)
Pekerjaan proyek turap Kali Srengseng di belakang SDN 15 Wanasari, Kecamatan Cibitung yang masih berlangsung (dok. KM)

BEKASI (KM) – Proyek pembangunan Turap Kali Srengseng yang berada di belakang SDN 15 Wanasari, Kecamatan Cibitung, yang dimenangkan Kontraktor CV. Rasitabu Mandiri, melalui Layanan Pengadaan Secara elektronik (LPSE) dengan nilai anggaran Rp.394.183.770,- bernomor SPMK: 602.1/179.11/TENDER/SPP-PPK-PSDA/DSDABMBK/2021, sudah melewati batas waktu kegiatan sebagaimana yang tercantum perjanjian kontrak
waktu pelaksanaan 90 hari kalender, yaitu mulai dari tanggal 25 Agustus 2021 sampai 22 November 2021.

Hasil pantauan media, untuk progres pekerjaan hingga tenggat waktu pelaksanaan yang ditentukan, diduga baru hanya mencapai 40 persen saja. Padahal, waktu pelaksanaan terbilang cukup panjang, namun kontraktor tidak mampu bekerja maksimal.

Menurut Yanto Purnomo, Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB), dari awal pekerjaan saja kontraktor bekerja tidak secara profesional, karena saat itu pihak kontraktor diduga ingin melakukan pengurangan spesifikasi volume saat pelaksanaan kegiatan.

“Sebelumnya, Kontraktor CV. Rasitabu Mandiri mendapat teguran dari pihak
Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, Bidang PSDA dan Konsultan, karena apa yang sudah dikerjakan Kontraktor dianggap tidak sesuai, untuk itu pihaknya diminta agar turap yang dikerjakan dibongkar dan diperbaiki ulang,” kata Yanto Kepada Kupasmerdeka.com, Selasa 30/11.

Advertisement

“Dirinya pun menjelaskan, di dalam peraturan, keterlambatan proyek yang dikerjakan kontraktor, harus dikenakan denda berdasarkan Perpres nomor 16 tahun 2018,” ucapnya.

“Keterlambatan penyelesaian pekerjaan dapat juga terjadi akibat ketidaksesuaian dalam segi pekerjaan, atau ketidakmampuan Kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan, dan akhirnya progres pekerjaan tidak dapat dicapai sesuai rencana kerja yang tercantum dalam dokumen perjanjian kontrak,” jelas Yanto.

“Untuk itu, Saya mendesak Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) agar memberikan sangsi tegas secara administrasi kepada Kontraktor CV. Rasitabu Mandiri, karena pihaknya tidak mampu dalam segi melaksanakan pekerjaan,” tegasnya.

Sementara itu, Sukmawati selaku PPK, Kepala Bidang (Kabid) PSDA, di Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Dan Bina Kontruksi (DSDABMBK), saat dimintai tanggapannya melalui pesan What’sApp, dirinya tidak merespon.

Padahal, proyek pembangunan Turap Kali Srengseng di belakang sekolah SDN 15 Wanasari, Kecamatan Cibitung, masih terus berlangsung pengerjaannya meskipun sudah melewati batas waktu yang ditentukan.

Reporter : Den

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: