Ketum ASPPA: “Masyarakat Jangan Takut Menyuarakan Kebenaran, Kami Ikhlas Membantu Sepenuh Hati”

JAKARTA (KM) – Fenomena meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Pelecehan seksual kepada kaum perempuan, serta kekerasan dan pembulian kepada anak-anak, menjadi motivasi tersendiri lahirnya Aliansi Srikandi Peduli Perempuan dan Anak (ASPPA) pada 14 November 2020 lalu. Selain itu, ASPPA juga lahir dengan semangat untuk kesetaraan gender agar diakui di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Aliansi Srikandi Peduli Perempuan dan Anak (DPN-ASPPA), Puji Purwati, saat diwawancarai Kupasmerdeka.com di Sekretariat DPN ASPPA, Jl. Cibubur 2 No.58, Rt.007/02, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, pada Selasa 30 November 2021.

“Baru kemarin kami mengadakan milad ASPPA yang ke-1, Alhamdulillah satu tahun kami berjalan sudah mendapat respon positif baik dari masyarakat maupun instansi terkait seperti Kementerian PPA dan juga Komnas Perlindungan Anak. Tentunya di usia yang masih relatif muda ini, kami masih banyak melakukan pembenahan internal dan sosialisasi program ke berbagai pihak,” ujar Bunda Puji, sapaan akrab Ketua Umum ASPPA ini.

Lebih lanjut dikatakan Bunda Puji, pendampingan resmi yang telah dilakukan pihaknya terkait kasus perempuan dan anak dalam 1 tahun terakhir ada 8 kasus, mulai dari kasus sodomi terhadap anak, pelecehan seksual, dan tindak kekerasan pada anak dibeberapa wilayah Jawa Barat seperti yang sempat viral di Kota Cianjur.

“Tiga kasus Alhamdulillah selesai dengan penangkapan terhadap pelaku diiringi dengan pemenuhan hak-hak korban, 4 kasus tidak dilanjutkan proses hukumnya karena sudah terjadi damai antara pihak pelaku dan korban, dan satu kasus lagi masih dalam proses hukum namun pelaku masih bebas walau sudah ada pemanggilan dari pihak kepolisian,” ungkapnya.

Advertisement

Terkait banyaknya tantangan yang dihadapi pihaknya saat melakukan pendampingan terhadap korban, seperti adanya beking atau intimidasi dari pihak pelaku, Bunda Puji menegaskan tidak akan gentar dan akan terus melakukan pembelaan sampai tuntas.

“Kami himbau kepada masyarakat agar jangan ragu untuk menyuarakan kebenaran, jangan pikirkan soal biaya pendampingan, kami ikhlas dan siap membantu sepenuh hati hingga penanganannya tuntas,” tegasnya.

Keterangan foto: Ketum dan Sekjen DPN Aliansi Srikandi Peduli Perempuan dan Anak (ASPPA). Dok.KM

Terkait program yang akan dijalankan pada tahun 2022, Bunda Puji mengatakan bahwa pihaknya akan lebih intens melakukan kegiatan sosialisasi keberbagai pihak terkait, serta akan melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah.

“Kita sedang siapkan programnya, Insya Allah ASPPA akan gandeng Dinas Pendidikan untuk melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah dan juga di berbagai Majelis Taklim,” jelasnya.

“Untuk diakhir tahun ini, insya allah di acara peringatan Hari Ibu pada 22 Desember nanti, ASPPA akan menyelenggarakan penyuluhan di Kecamatan setempat,” terangnya.

“Kita harus bantu pemerintah dalam hal pendampingan atas kasus-kasus yang mencederai harkat dan martabat perempuan, juga yang merusak moral dan masa depan anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Reporter : Sudrajat
Editor : HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: