Polresta Bogor Kota Ungkap 3 Kasus Penganiayaan dan Pembunuhan, Kota Bogor Darurat Kekerasan!

KOTA BOGOR (KM) – Kota Bogor masih terbilang zona darurat aksi kekerasan yang menyebabkan orang meninggal dunia. Hal itu diungkap saat Polresta Bogor Kota mengungkap kasus penganiayayaan dan pembunuhan dengan menangkap setidaknya 4 orang tersangka.

Dari ke-empat tersangka itu, 3 diantaranya pelaku penganiayaan dan kekerasan terhadap sopir taksi blue bird yang menyebabkan korban meninggal dunia, serta penganiayaan terhadap penjual bensin eceran di wilayah hukum Bogor Utara Kota Bogor, dan satu tersangka lainnya pelaku pengeroyokan dan pembacokan yang dilakukan geng motor terhadap sopir ojek online di kawasan BNR, Cibeureum, Mulyaharja, Bogor Selatan.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pengungkapan kasus kekerasan ini terjadi di di tiga tempat berbeda dan juga dalam waktu yang berbeda pula. Di mana yang pertama ialah kejadian pada hari Sabtu 06 November 2021 sekitar pukul 05.00 WIB.

“Di tanggal 06 November ini terjadi pengeroyokan dan kekerasan di wilayah Kelurahan Babakan, tepatnya di Jalan Gunung Gede. Dalam peristiwa ini menyebabkan seorang sopir taksi Blue Bird atas nama Bapak Yasin meninggal dunia karena terkena sabetan senjata tajam pada bagian paha,” kata Susatyo kepada awak media, Senin 22/11.

Usai mengeroyok yang disertai kekerasan terhadap sopir taksi Blue Bird ini, pelaku kemudian mengambil handphone milik korban dan pelakunya berhasil ditangkap atas nama Reynaldi alias Rey dan satu lagi masih Daftar Pencarian Orang (DPO).

Selain aksi kekerasan terhadap sopir taksi Blue Bird, aksi serupa pun kembali terjadi dan kali ini dialami seorang anak penjual bensin eceran di Jalan Bogor Baru, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, yang menjadi korban.

“Ya untuk kejadian ini terjadi pada tanggal 11 November di mana anak pemilik warung bensin eceran bernama M. Rafli Fahmi menjadi korban karena terkena sabetan senjata tajam di bagian pinggang,” ungkap Susatyo.

Advertisement

Dalam peristiwa ini, lanjut Susatyo, motifnya sama yaitu untuk mengambil handphone milik korban. Di samping itu, pihaknya juga bekerja sama dengan jajaran Polda Metro Jaya karena ada pelaku yang melakukan aksinya di wilayah hukum Polda Metro Jaya yaitu di Depok.

“Kita sudah mengamankan para pelaku ini, yang pertama Rey, kemudian yang kedua Dacung yang ketiga Muhammad Haikal, salah satunya masih di bawah umur. Dengan adanya peristiwa ini kami selalu komitmen dan masih serius menangani aksi kekerasan karena menimbulkan ketakutan terhadap kejahatan ini, terlebih ini masih di masa situasi yang prihatin,” terang Susatyo.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto mengatakan, dalam pengungkapan kasus ini pihaknya berhasil mengamankan tiga orang pelaku dan TKP-nya yaitu di Tanah Baru, kemudian di Taman Corat Coret dan satu lagi di Gunung Gede atau yang kasus Blue Bird.

“Modusnya hampir sama semuanya, salah satu orang yang semuanya ikut itu adalah atas nama asli Reynaldi alias Rey ini ditangkap di Polda Metro Jaya atas kasus yang hampir serupa modus operandinya sama karena TKP-nya tidak lama setelah tanggal 11. Untuk di Kota Bogor, HP-nya ada di daerah Depok tanggal 12, kemudian kita melakukan pengembangan akhirnya kita bekerjasama dengan Polda Metro Jaya dapat berhasil menangkap dua orang kemudian kita mengamankan 3 orang terkait dengan 3 kasus yang berada di Kota Bogor,” jelas Dhoni.

Selain kasus di Taman Corat Coret, Gunung Gede dan Depok, pihaknya juga menangkap seorang ketua geng motor yang melakukan pembacokan terhadap sopir ojol di wilayah Cibeureum, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

“Untuk para tersangka ini kita persangkakan pasal 365 KUHP dan pasal 170 KUHP,” pungkas Dhoni.

Reporter: Ki Medi

Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: