PD Pasar Tohaga Dituntut Bertanggung Jawab Atas Limbah di Pasar Sementara Parungpanjang

Tokoh pemuda Kecamatan Parungpanjang Ahmad Hambali dan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Parungpanjang Aseh Saepudin. (Dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)
Tokoh pemuda Kecamatan Parungpanjang Ahmad Hambali dan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Parungpanjang Aseh Saepudin. (Dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

BOGOR (KM) – Masalah limbah sampah di Pasar Sementara Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor saat ini sedang hangat diperbincangkan di media sosial, ditambah dengan adanya saling lempar tanggung jawab terkait dampak limbahnya yang bau serta mencemari sawah masyarakat dan kali Cimanceuri.

Salah satu tokoh pemuda di Kecamatan Parungpanjang, Ahmad Hambali (Amal), saat ditemui kupasmerdeka.com di tempat pembangunan pasar hari Jumat siang 19 November 2021 menegaskan bahwa yang harus bertanggung jawab adalah PD Pasar Tohaga Parungpanjang.

“Yang mengelola dan mengambil uang iuran sampah itu kan dari pihak pengelola yaitu PD Pasar Tohaga Parungpanjang, dan jika dikaitkan dengan PT. Hendra Putra Jaya yang tugasnya hanya membangun, dan pengelolaan semuanya oleh pihak Pengelola PD Pasar Tohaga Parungpanjang, dan PT. Hendra Putra Jaya, tidak ikut campur masalah ini, dan sebenarnya limbah itu kalau setiap hari sampah plastiknya diangkat itu pasti bersih, hal ini terjadi karena tersumbat dari sampah plastik, seharusnya ada pemeliharaan secara rutinitas oleh PD Pasar Parungpanjang,” tegas Amal.

Amal menuturkan jika masalah ini sudah disampaikan di depan 10 anggota DPRD Dapil 5 Kabupaten Bogor, saat reses hari selasa lalu, bahkan beberapa Anggota Dewan ini sudah diajak ke Pasar TPS (Tempat Penampungan Sementara) dan pasar yang sedang dibangun.

“Kemarin juga saat Reses I Anggota DPRD Kabupaten Bogor hari selasa minggu kemarin, sudah saya sampaikan masalah limbah hingga retribusi parkir yang kemana uangnya, dan saya ajak juga melihat limbah di Pasar Sementara Parungpanjang dan Pasar yang sedang dibangun, bahkan PD Pasar Tohaga Parungpanjang dan Dinas PUPR akan dipanggil oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor dalam waktu dekat ini,” tutur Amal.

“Saya mendesak kepasa PD Pasar Tohaga untuk meningkatkan pengoperasian armada yang angkat sampah, yang biasanya 2 hari sekali, kalau saat ini harusnya setiap hari sampah itu diangkat, sebenarnya PD Pasar Tohaga Parungpanjang itu enak tinggal membuat surat permohonan untuk ditambahkan armada ke UPT Jasinga, karena PD Pasar Itu kan bagian dari Pemerintah, dan iuran sampah hingga retribusi parkir, PD Pasar Tohaga Parungpanjang yang minta setiap hari, seharusnya bisa untuk memperbaiki keadaan tempat sampah bukan lagi bicara tidak ada anggaran, apalagi saling lempar tanggung jawab,” desaknya.

Advertisement

Hal senada diungkapkan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Parungpanjang Haji Aseh Saepudin. Menurutnya, PD Pasar Tohaga Parungpanjang yang wajib bertanggung jawab atas pengelolaan limbah dan sampah di Pasar Sementara Parungpanjang.

“Yang harusnya wajib bertanggung jawab sih PD Pasar Tohaga Parungpanjang, soalnya kan pengembang itu kan sarananya sudah disiapkan, sampai limbah itu kan disiapkan paralonnya sampai ke Kali Cimanceuri, kalau memang tidak dikelola ya mungkin meluap, semua kan itu pengelolaan sampah tanggung jawab PD Pasar Tohaga, soalnya kan distribusinya diambil oleh PD Pasar, saya Ketua Paguyuban pedagang Pasar Parungpanjang hanya menengahi, hanya mengerjakan dan sebenarnya tidak bertanggung jawab kalau saya, cuma karena melihat limbahnya tidak dikelola dengan baik saya menjadi ikut campur dan prihatin, takut para pedagang ini dijelekkan oleh warga dan kedua air yang dipinggir-pinggir kios menjadi bau,” jelas Aseh Saepudin.

Sebelumnya, pada Kamis Sore 11 November 2021, Ketua PD Pasar Tohaga, Erick Ibnu Affan, menyatakan melempar pertanggung jawaban kepada pihak Pengembang dan Ketua Paguyuban Pasar Parungpanjang yaitu Haji Aseh, karena saat pembentukan jalan, air menggunakan pipa atau paralon oleh mereka.

“Sebenarnya bukan tanggung jawab saya, melainkan pengembang PT. Hendra Putra Jaya. Bukan saya, soalnya saat pembentukan pasar sementara, masalah pembuangan limbah ini belum dibahas karena tidak terpikir masalah seperti ini, karena ini sifatnya kan TPS (Tempat Penampungan Sementara), karena saat hujan turun akhirnya air limbah membludak,” dalih Erick. 

Sementara itu, sampai berita ini ditayangkan, Direktur Utama PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Harris Setiawan enggan merespon pertanyaan wartawan kupasmerdeka.com saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Sabtu siang 20 November 2021.

Reporter: HSMY

Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

1 Trackback / Pingback

  1. Pengamat Lingkungan UI: Pasar Sementara Parungpanjang Harus Dibuatkan Incinerator Sampah – KUPAS MERDEKA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: