78 Organisasi Banten Siap Hadapi Pembeking THM Ilegal di JLS Keramat Watu

SERANG (KM) – Puluhan Ormas, LSM, Organisasi Pendekar, Paguron pencak silat dan IPSI yang tergabung dalam Masyarakat Banten Bersatu (MBB) menyatakan siap perang terhadap pihak-pihak yang menghalangi pembongkaran Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kecamatan Kramat Watu.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah dan Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum di Gedung DPRD Kabupaten Serang, 19/11.

Edi Jon selaku penasehat Gebrak Banten yang tergabung dalam Masyarakat Banten Bersatu (MBB) mengatakan, “Kami dari Masyarakat Banten Bersatu akan kawal Pemerintah Daerah untuk segera melakukan pembongkaran Tempat Hiburan Malam (THM) di JLS Kramat Watu, karena sudah mencederai tanah Banten,” jelas Edi kepada kupasmerdeka.com 19/11.

“Jadi, Pemerintah Daerah Kabupaten Serang gak usah ragu untuk membongkar THM itu, kami disini para jawara, ormas, LSM, IPSI, para ulama, pendekar se-Banten akan kawal dan siap kepung yang menghalang-halangi pembongkaran THM,” tegasnya.

Dalam pernyataan sikap tersebut, sebanyak 78 organisasi telah menandatangani pernyataan dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk segera melanjutkan pembongkaran THM di JLS Kecamatan Keramat Watu.

Advertisement

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyambut baik dukungan yang diberikan tersebut.

“Saya beserta Pemerintah Daerah akan segera melakukan pembongkaran terhadap THM karena kami sudah melakukan upaya persuasif sudah lama, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda),” tegas Bupati.

“Saya sangat bersyukur dan terimakasih kepada Masyarakat Banten Bersatu (MBB) yang sudah tegas mendukung pemerintah daerah untuk segera melakukan pembongkaran THM di JLS Keramat Watu,” ucap Bupati.

Sementara itu, Muharman Koto selaku Metua IPSI Kota Cilegon mengatakan, “Kami hadir di sini (gedung DPRD) untuk menindaklanjuti pembongkaran THM yang dihalang-halangi dan dibekingi oleh oknum ormas dan preman saat eksekusi pertama pada hari Senin 15/11 lalu.”

“Kaena marwah Banten yang sudah tercoreng dan diinjak-injak pada hari Senin 15 November oleh oknum-oknum itu, harus ditindak tegas dan kami hadir untuk siap kawal pembongkaran hiburan malam di JLS Kecamatan Keramat Watu, jiwa dan raga kami akan kami pertaruhkan demi menjaga marwah Banten di tanah banten,” pungkas Muharman

Reporter : Acun sunarya

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: