Dugaan Kejanggalan pada Proyek Kantor Desa Gunung Picung, Ini Kata Ketua APDESI Pamijahan

BOGOR (KM) – Terus menghangatnya perbincangan di kalangan warga terkait dugaan kejanggalan dalam pendanaan proyek pembangunan Kantor Desa Gunung Picung dengan jumlah anggaran yang cukup fantastis, turut mendapat tanggapan dari Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Pamijahan, Urip Iskandar.

Kepada Kupasmerdeka.com, Urip turut mengomentari penggunaan anggaran hasil bonus produksi untuk pembangunan kantor desa.

“Terkait persoalan bonus produksi khususnya penganggaran kantor Desa Gunung Picung, tentu saja kami sebagai para kepala desa di Kecamatan Pamijahan, khusus saya sebagai ketua APDESI, tentunya menghormati internal desanya masing-masing,” ujarnya kepada KM 13/11.

Terkait adanya kejanggalan yang mencuat, Urip Iskandar memberikan pandangan berbeda. Menurutnya, semua desa telah menjalankan tahapan-tahapan dalam pembangunan desanya masing-masing.

“Desa-desa di wilayah Kecamatan Pamijahan penerima bonus produksi dalam melakukan proses pembangunannya telah melalui tahapan demi tahapan, di antaranya MusDesus, Musrembang dan lain sebagainya,” jelas Urip.

“Namun begitu, adapun kawan pewarta melihat atau ada beberapa sumber informasi yang menyatakan belum rampung, tentunya ini perlu adanya komunikasi yang sangat penting didapat dari pemerintahan Desa Gunung Picung itu sendiri,” lanjutnya.

Advertisement

Selain itu, Ketua APDESI Pamijahan itu pun menyampaikan bahwa sampai kini pihaknya belum mendapatkan konfirmasi terkait adanya keluhan ataupun hal-hal yang dipandang belum rampung dari Kepala Desa Gunung Picung itu sendiri.

“Tapi paling tidak, desa hari ini memakai standarisasi dari apa-apa yang dilakukan melalui pembiayaan apapun khusus di bonus produksi,” tutupnya.

Sementara itu, Sobri selaku Ketua Karang Taruna wilayah Desa Gunung Picung meminta agar dalam pengelolaan dana bonus produksi, Pemerintah Desa Gunung Picung turut memperhatikan nasib para pemuda.

“Saya harap desa bisa lebih memperhatikan nasib para pemuda. Bonus demografi dan bonus produksi harus bisa dimanfaatkan oleh desa sebagai alternatif pembangunan desa yang berkemajuan,” ungkapnya.

“Maka dari itu besar harapan saya agar desa bisa lebih memperhatikan program yang sifatnya pemberdayaan masyarakat dan Pemuda,” pungkasnya.

Reporter: Heri

Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: