CBA Desak Kepolisian dan Kejari Usut Dugaan Markup Pembangunan Kantor Desa Gunung Picung

Jajang Nurjaman, Koordinator Investigasi Center For Budget Analysis (CBA) (dok. KM)
Jajang Nurjaman, Koordinator Investigasi Center For Budget Analysis (CBA) (dok. KM)

BOGOR (KM) – Belum rampungnya pembanguan Kantor Desa Gunung Picung Kecamatan Pamijahan yang dikerjakan pada tahun 2020 lalu semakin menuai kontroversi.

Sorotan tajam kini datang dari pengamat kebijakan publik dari Center For Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman. Menurut Jajang, dugaan markup anggaran dalam pembangunan kantor Desa Gunung Picung sudah jelas.

“Center for Budget Analysis mendorong pihak berwenang seperti Kepolisian atau Kejari bertindak melakukan penyelidikan,” ujar Jajang kepada KM, Kamis 11/11.

“Tinggal dilakukan audit sederhana maka akan ketahuan, bandingkan dengan standar harga dengan volume dan nilai yang dilaporkan,” lanjut Jajang.

Lebih lanjut, Jajang menduga ada oknum yang memainkan nilai volume atau harga proyek, sehingga harga yang seharusnya sekitar Rp200 jutaan bisa mencapai Rp447,9 juta.

Advertisement

“Terkait program dan kegiatan di desa, memang ada kelemahan dalam pengawasan internal, dari segi SDM dan sistem sangat lemah sehingga sangat mudah oknum bermain, pihak eksternal seperti Kepolisian atau Kejari perlu bertindak aktif melakukan pengawasan dan penindakan,” pungkasnya.

Sebelumnya, sudah tersiar kabar di beberapa media online yang memberitakan tentang pembangunan kantor Desa Gunung Picung yang masih meninggalkan sisa pekerjaan alias belum rampung pengerjaannya. Padahal pembangunan sudah selesai dilaksanakan pada tahun 2020 lalu dengan menggunakan anggaran sebesar Rp447.937.528,- yang berasal dari dana Bonus Produksi.

Reporter : Heri

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: