Tidak Diketahui oleh DPUPR Serang, Proyek Drainase Jalan Baros-Petir Diduga Bodong

SERANG (KM) – Proyek pembangunan drainase irigasi dan sungai jalan Baros-Petir Kelurahan Pancalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten yang saat ini tengah dikerjakan dan diperkirakan sudah mencapai 40% diduga bodong.

Pasalnya, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang saat dikonfirmasi tim media mengaku tidak tahu jika ada pekerjaan proyek drainase tersebut.

Dari pantauan tim media di lapangan, dari 5 titik proyek, hanya terpasang 1 papan informasi yang menyebutkan kontraktor pelaksananya PT Sinar Gumilang Intan, nama pekerjaan Pembangunan Irigasi dan Sungai, dengan nomor 673/009/SPK/NBRJ-SDK/DBT/ VIII/2021 tanggal kontrak 25 September 2021, waktu pelaksanaan 90 hari, dan nilai kontrak proyek Rp199,666.000, sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD Provinsi Banten.

Adapun di 4 titik lainnya yang berbeda lokasi namun dengan kontraktor pelaksana yang sama, hingga saat ini belum terpasang papan informasinya.

Salah satu mandor proyek yang enggan disebutkan namanya membenarkan jika kelima titik proyek pembangunan drainase jalur jalan provinsi Baros-Petir tersebut dikerjakan oleh kontraktor yang sama, yakni PT. SGI.

Sementara itu, salah satu Pejabat Dinas PUPR Provinsi Banten berinisial AP dengan tegas menyatakan tidak mengetahui jika ada proyek pembangunan drainase di lokasi jalan Baros-Petir Kelurahan Pancalaksana tersebut. Dirinya pun mengarahkan awak media agar mengkonfirmasikan hal tersebut ke Dinas Bina Marga dan Tata Ruang DBMTR Kementrian PUPR sesuai alamat yang tertera di papan informasi, yaitu di Jl. KH. Abdul Patah Hasan No. 25 Sumur Pecung, Kota Serang.

Namun setelah tim media tiba di lokasi yang diarahkan AP, salah satu security berinisial HL mempertanyakan maksud dan tujuan kedatangan tim media.

Setelah diberikan penjelasan oleh tim media, HL mengatakan bahwa lokasi proyek yang dimaksud berada di jalan provinsi, bukan jalan nasional, dan kalau kantor kementerian yang didatangi ini khusus untuk proyek yang berada di jalan-jalan nasional.

“Benar dulu kantornya disini dan sesuai alamat Jl. KH. Abdul Patah Hasan No. 25 Sumur Pecung, Kota Serang, tetapi sudah lama pindah sekitaran dari tahun 2017, kenapa kontraktor papan informasi pakai alamat yang lama?” jelas HL, Rabu 10/11.

Pernyataan HL juga diperkuat oleh salah satu pegawai honorer kantor kementerian yang saat itu juga ada di lokasi. “Itu jelas jalan Baros-Petir jalan provinsi,” ucap pegawai honor yang juga enggan disebutkan namanya itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh tersebut, dapat diduga bahwa proyek senilai Rp199.666.000 per 1 titik dari 5 titik lokasi itu, merupakan proyek ilegal yang sepatutnya diusut tuntas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku seperti dugaan pelanggaran UU No.14 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan beberapa aturan lain yang mempertegas tentang transparansi pelaksanaan program pemerintah seperti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (“Permen PU 29/2006”) dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan (Permen PU 12/2014).

Secara teknis, aturan tentang pemasangan papan pengumuman proyek umumnya diatur lebih detail oleh masing-masing provinsi. Jika di lapangan terdapat sebuah proyek yang tidak menyertakan papan pengumuman proyek, dapat dicurigai jika proyek tersebut tidak dilaksanakan sesuai prosedur.

Hingga ditayangkannya berita ini, belum ada respon baik dari kontraktor pelaksana PT Sinar Gumilang, Dinas PUPR, juga pihak konsultan.

Reporter: Ade Irawan
Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: