Warga Batu Selicin Tolak Rencana Penutupan SDN 007 Lubuk Baja

BATAM (KM) – Orang tua dan wali murid dihebohkan dengan beredarnya isu rencana penutupan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Lubuk Baja yang terletak di Jl. Bunga Raya, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

Sebelumnya, SD Negeri yang berada dalam satu lokasi dengan SMP Negeri 41 Batam tersebut juga sudah pernah akan dilakukan penutupan, tepatnya pada tahun 2018 silam dan sudah tidak menerima siswa/i baru pada tahun ajaran 2018/2019.

Namun hal itu gagal, karena para orang tua siswa menolak untuk penutupan sekolah tersebut dengan melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD Kota Batam, sehingga dilakukan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV.

Berdasarkan hasil RDP tahun 2018 lalu, SDN 007 Lubuk Baja tidak jadi ditutup dan kembali menerima anak didik baru tahun ajaran 2019/2020 hingga sekarang.

Belakangan, rencana penutupan Sekolah tersebut kembali digaungkan, sehingga kembali menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Pasalnya, orang tua, wali murid, perangkat warga, komite sekolah SD Negeri 007 Lubuk Baja dan Majelis Guru tetap menolak penutupan sekolah tersebut.

Hal itu terlihat pada 2 spanduk yang sama dengan bertuliskan “KAMI MENOLAK TEGAS!!! PENUTUPAN SDN 007 LUBUK BAJA SESUAI HASIL RAPAT DENGAR PENDAPAT DENGAN DPRD KOTA BATAM Tgl 1 Agustus 2018” yang di bawahnya tertulis “KOMITE SDN 007, PERANGKAT WARGA, WALI MURID, MAJELIS GURU”

Spanduk tersebut terpasang di dinding pagar sekolah dan satu lagi dipegang oleh beberapa orang tua murid saat Kepala Sekolah SDN 007 Lubuk Baja menggelar rapat bersama Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah SMP Negeri 41 Batam, Komite Sekolah SD Negeri 007, seluruh Kepala Sekolah Dasar Negeri yang ada di Kecamatan Lubuk Baja, Lurah Batu Selicin, Lurah Lubuk Baja Kota, serta Ketua RW 01 Batu Selicin dan seluruh ketua RT sekitar.

Salah satu orang tua murid saat dimintai tanggapan terkait rencana penutupan sekolah tersebut mengaku sangat menolak jika sekolah ditutup.

“Saya permintaannya tidak ditutup dong, ditutup begini serasa kayak dipermainkan loh, masalahnya ada SD Negeri tertentu tidak ada agama Buddha, kalau disini komplit, ada Kristen, ada Buddha, kalau yang di tempat lain belum tentu ada. Kalau mau ditutup, SMP nya ditutup juga dong, biar adil, ini gedung kan pertamanya punya SD, biar aja disini gak usah ada sekolah sekalian,” ujar ibu yang enggan disebutkan namanya itu.

Advertisement

Usai pelaksanaan rapat membahas rencana penggabungan atau pemindahan seluruh siswa/i SDN 007 Lubuk Baja ke SD Negeri yang ada di Kecamatan Lubuk Baja itu, Sani selaku sekretaris Komite SDN 007 mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan voting bersama seluruh orang tua dan wali murid terkait penutupan sekolah tersebut.

“Yang pastinya menunggu hasil voting wali murid diketahui dengan komite, pokoknya saat ini bahwasanya disampaikan oleh komite, kalaupun SD ini mau dipindahkan, berarti harus ada persetujuan dari wali murid, dengan adanya keputusan dari wali murid, apapun yang diputuskan oleh wali murid, komite mengikuti,” kata Sani, Selasa 26/10.

Pada kesempatan yang sama, Ravios selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 007 Lubuk Baja tidak bersedia memberikan penjelasan kepada awak media terkait rencana penutupan sekolah yang dipimpinnya itu.

“Yang bisa wawancara itu bukan saya, saya gak bisa, yang bisa jawab itu pak Sekdis, kalau beliau ijinkan saya menjawab, saya jawab,” ucap Ravios kepada beberapa awak media yang saat itu sedang melaksanakan tugas peliputan.

Berdasarkan data yang diperoleh media ini, diketahui bahwa SD Negeri 007 Lubuk Baja tersebut sudah lama berdiri, sesuai dengan tanggal SK Pendirian (1992-01-01), sementara untuk SMP Negeri 41 Batam berdiri pada tanggal 12 Juli 2010 dan menerima siswa pertama tahun ajaran 2010/2011.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan juga mengaku belum dapat berkomentar banyak terkait rencana penutupan SDN 007 Lubuk Baja, yang mana sekolah tersebut adalah satu-satunya sekolah negeri tingkat dasar di wilayah Kelurahan Batu Selicin.

“Saya belum bisa komen.. baru tahap menerima aspirasi masyarakat sekitar..,” jawab Hendri melalui pesan WhatsApp pribadinya kepada media ini.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti apa alasan kongkret terkait rencana penutupan Sekolah yang memiliki gedung tiga lantai dengan dua baris itu.

Reporter : Simon tobing

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: