Pelajar Hilangkan Nyawa Orang Lain, Legislator: “Pantaskah Kota Bogor Menyandang Predikat Kota Layak Anak?”

Kepala Sekolah SMAN 6 Kota Bogor Denty Dentrijayadi memberikan keterangan

BOGOR (KM) –  Anggota  Komisi IV DPRD Kota Bogor dari Fraksi Nasdem Devie Prihatini Sultani kembali mempertanyakan  terkait masih adanya tindakan barbar berupa tawuran di kalangan pelajar yang memakan korban nyawa, seperti yang menimpa salah satu siswa SMA Negeri 7 Kota Bogor.  Menurutnya, predikat Kota Bogor Layak Anak harus dievaluasi.

Devie juga memiliki kekhawatiran bahwa eksekutif gagal dalam mengartikan. “Gagal pula dalam memahami Kota Layak Anak itu sendiri […] Kriteria Kota Layak Anak itu sebetulnya apa?” katanya.

“Apakah hanya sekedar punya tempat atau taman bermain, lalu konotasi anak ini apa? Apakah hanya dari tingkat Taman Kanak- kanak hingga Sekolah Menengah Pertama saja atau gimana?” lanjutnya.

Ia juga sangat menyayangkan sekali dengan predikat yang sudah disandang oleh Kota Bogor ini, namun kejadian seperti itu masih saja terjadi.

Advertisement

“Tak hanya itu, kritikan pedaspun ia lontarkan pada penegak hukum, kita harus serius dan jangan tebang pilih dalam menegakkan keadilan!” harapnya.

Kepala Sekolah SMAN 6 Kota Bogor Denty Dentrijayadi menyampaikan penyesalan atas terjadinya tindakan yang telah menyebabkan hilangnya nyawa orang lain yang dilakukan oleh dua siswanya.

“Bersama empat orang siswa Yayasan Persaudaraan Haji Bogor (YPHB), dua siswa kami melakukan kejahatan. Kami menyesalkan atas kejadian ini, padahal kami selalu berupaya melakukan doktrin sadar hukum, dan pembinaan lainnya pada siswa kami,” jelasnya.

Denty mengungkapkan terjadinya kejadian itu pada waktu malam hari, saat tanggung jawab berada pada orang tua siswa. “Ke depannya akan kami tingkatkan kembali agar kejadian ini tidak terulang kembali,” tutupnya.

Reporter: Heri
Editor: Marsono

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: