PPTK Medan Satria Enggan Sikapi Kontraktor Proyek Jalan yang tidak Profesional
BEKASI (KM) – Pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi diduga dijadikan bancakan oleh para kontraktor. Hal tersebut terlihat dari cara kerja para rekanan dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi itu yang tidak profesional.
Saat pelaksanaan kegiatan berjalan pada Selasa malam 10/8 untuk perbaikan jalan yang berlokasi di Perum Harapan Indah, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, pihak dari kontraktor yang bertanggung jawab di lapangan tidak berada di lokasi untuk melakukan pengawasan pekerjaan.
Menurut informasi dari pihak pengawas UPTD Medan Satria dari Dinas DBMSDA Kota Bekasi, saat mandor dari kontraktor yang bernama Sarimin dihubungi, ia malah melempar tanggung jawab kepada pihak kontraktor lainnya yang bernama ibu Darna.
“Ketika mencoba menghubungi si ibu Darna, malah disuruh hubungi mandor Sarimin,” ucap pengawas UPTD Medan Satria.
Di lokasi pekerjaan juga tidak terlihat papan nama proyek yang dipasang saat pelaksanaan kegiatan, dan ada lubang yang digali untuk jebakan core drill.
Sawali selaku pelaksana teknis (peltek) di UPTD Medan Satria, mengaku sudah memperingatkan kontraktor untuk memasang papan nama proyek, namun tidak dihiraukan.
“Waktu disinggung soal lobang yang digali, ia mengatakan, tidak ada buat jaminan itu nanti kita lihat pas core drill,” kata Sawali kepada kupasmerdeka.com
Terpisah, Azis sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) UPTD Medan Satria di Dinas DBMSDA Kota Bekasi, ketika disambangi di lokasi kegiatan untuk dimintai tanggapan terkait pekerjaan, langsung pergi menghindari awak media.
Menanggapi kinerja pejabat pemerintahan yang enggan diminta konfirmasi oleh wartawan, Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB) Yanto Purnomo mengatakan, “Seharusnya pejabat ketika dikonfirmasi media tidak usah menghindar saat ingin dimintai pendapat, jawab saja sesuai tupoksinya.”
“Perlu dipahami, menjadi seorang pejabat kalian sudah disumpah, jadi apabila ada pertanyaan dari kalangan masyarakat maupun wartawan harus siap menjawab,” jelas Yanto kepada KM, Rabu 11/8.
“Contohnya seperti masalah proyek yang dikerjakan rekanan dinas (kontraktor), ketika ada permasalahan temuan di lokasi pekerjaan yang disampaikan media, lakukan peneguran kepada pihak pemborong. Ya kalau tidak dihiraukan juga, beri tindakan tegas stop pekerjaannya, jangan malah kalian menjadi bemper kontraktor,” tegas Yanto.
Reporter: Den
Editor: Sudrajat
Leave a comment