Pabrik Gula Panigoro di Madiun Terbakar

PG Panigoro terbakar, Senin (5/7/2021)

MADIUN (KM) – Pabrik gula Panigoro di Madiun terbakar pada Senin 5/7. Lebih dari 60 persen isi gudang tidak bisa diselamatkan dari kebakaran tersebut.

Kepulan asap pertama kali diketahui oleh pengguna jalan namun kobaran api langsung membesar. Hal itu lantaran gudang yang disewa pihak koperasi tersebut dijejali berbagai barang mudah terbakar seperti sarang lebah dan kemasan kotak kayu.

Petugas pemadam kebakaran Kota Madiun dengan tiga unit damkar nya baru berhasil menjinakkan sang jago merah itu setelah lebih dari dua jam. Kesulitan yang diakui petugas penjinak api, lantaran semua barang yang tersimpan dalam gudang peninggalan kolonial Belanda itu berkategori mudah tersulut api.

“Kesulitan kami dalam menjinakkan api, yakni barang barang yang ada dalam gudang itu mudah terbakar. Ada tumpukan kayu dan sarang lebah. Ini sudah dua jam api belum tuntas betul. Masih banyak arang yang membara,” tutur Joko Purwito, Kabid Damkar Kota Madiun, kepada jurnalis.

Advertisement

Mereka menduga terdapat petugas yang sengaja membakar sampah. Namun lantaran kepulan asap disertai lidah api makin membesar, mereka langsung menuju lokasi untuk memastikannya.

“Iya, kami langsung laporan pihak Damkar karena gumpalan asap makin besar. Juga terlihat jilatan api. Ternyata kebakaran,” ujar pengguna jalan.

Hampir semua sarang lebah dan kemasan kotak kayu tak bisa diselamatkan. Hanya sebagian kecil barang barang tersebut, yang bisa disingkirkan oleh warga dan pemilik barang.

Kapolsek Taman, Kompol Setyo Wiyono, belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran. Namun, berbagai pihak menduga kebakaran tersebut disebabkan terjadinya hubungan pendek arus listrik.

“Kami masih melakukan penyelidikan guna mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran,” jelas Kompol Setyo Wiyono.

Tidak ada laporan timbulnya korban jiwa maupun terluka  dalam insiden itu. Lantaran, saat kejadian gudang dalam kosong tidak ada penghuni kecuali barang barang tersebut.

Reporter: fin

Editor: MSO

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: