Tuding ada Mafia Pajak, GEMPPAR Geruduk Kantor KPK dan Kemenkes RI, Tuntut Menkes Dicopot

JAKARTA (KM) – Aksi unjuk rasa (unras) puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Presidium Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Aset Negara (GEMPPAR) di Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendesak agar diusut tuntas dugaan mafia pajak dan mafia aset di Kota Bogor, Senin 7/6.

“Tuntutan kami hanya ingin copot Menteri Kesehatan atau pecat direksi Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor. Jelas surat dan bukti-bukti yang kami layangkan baik kepada Kemenkes maupun ke KPK, bahwa ada dugaan kuat mafia-mafia yang telah menilep pajak hingga mencapai Rp10 miliar di Bogor Golf Club (BGC) milik Kemenkes RI yang berlokasi di Kota Bogor,” ungkap koordinator aksi, Ali Taufan Vinaya, di sela-sela aksi.

“Bahkan lampiran print out tunggakan pajak dari instansi pajak Kota Bogor, sudah membuktikan bahwa sejak 2013 hingga sekarang (2021) Kemenkes RI belum membayarkan pajak tersebut,” tambah pria yang akrab disapa ATV tersebut.

Maka, lanjut ATV, atas dasar bukti tersebut pihaknya menilai ada yang tidak beres, indikasi kuat mafia pajak, yang melibatkan pihak Kemenkes RI, RSMM Bogor yang notabene sebagai tangan Kemenkes di Bogor dan juga pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Ya jelas tidak ada pilihan, ini harus diusut tuntas, copot Menteri Kesehatan atau copot direksi RSMM Bogor. Rakyat sudah sangat dirugikan dengan ulah mereka ini,” tegas ATV.

Advertisement

Di tempat yang sama, Koordinator Mahasiswa Pancasila (Mapancas) yang tergabung dalam GEMPPAR, Fatholah Fawait mengatakan, selain pajak, masalah aset negara milik Kemenkes RI yang berlokasi di Jalan dr. Sumeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, seluas 23 hektare kini sudah dikuasai perorangan yang tanpa kejelasan payung hukumnya.

“Ya, aset negara tersebut kini menjadi bangunan ruko-ruko, hotel dan menjadi tempat perniagaan, yang tidak jelas bagaimana asal-usulnya,” jelas Sihol, sapaan akrab Fatholah.

“Intinya kedatangan kami ke sini untuk menyikapi, pertama menyikapi masalah surat yang sudah kita sampaikan langsung kepada Kemenkes terkait adanya mafia pajak dan mafia aset di wilayah Kota Bogor tepatnya di RSMM Bogor, ini sudah dibiarkan berlarut-larut karena semua bukti sudah lengkap,” tegas Sihol.

Sementara itu, perwakilan Kemenkes RI menyatakan berjanji akan segera bertindak atas tuntutan GEMPPAR tersebut.

“Ya sekarang Kemenkes RI sudah membuat tim untuk menggali masalah aset dan pajak milik Kemenkes di Kota Bogor,” ungkapnya saat menerima pengunjuk rasa.

“Di minggu depan ini tim akan segera turun ke Kota Bogor,” pungkasnya singkat.

Reporter: ddy
Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: