Sedang Rayakan Idul Fitri, Warga Desa Sei Dua Hulu Digegerkan Oleh Tumpahan Limbah Beracun

ASAHAN (KM) – Warga Dusun II, Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat yang sedang merayakan hari raya Idul Fitri dikejutkan dengan penampakan air sungai yang berubah warna menjadi hitam yang diduga kuat akibat aktivitas pembuangan limbah pabrik.

Atas kejadian tersebut, aktivitas warga setempat menjadi lumpuh karena merasa takut untuk menggunakan air sungai yang tercemar tersebut.

Syahmadon (50) warga Dusun II kepada awak media pada jumat (14/5) mengatakan jika air limbah yang mencemari sungai sengaja dibuang oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Demi mementingkan keuntungan pribadi, tanpa menghiraukan dampak yang akan terjadi dari zat beracun limbah, ada oknum diduga sengaja membuang limbah dari hasil aktivitas pabrik ke sungai daerah kami,” terangnya.

“Limbah yang mencemari sungai, kami duga berasal dari arah atas atau hilir. Karena saya dan masyarakat menaiki sampan beberapa kali menelusuri sumber limbah sampai ke arah hilir, namun di pertengahan kami kehilangan jejak. Pembuangan limbah juga sudah lima kali dibuang, air sungai mulai menghitam di waktu malam, sampai 3 hari ke depan,” ujarnya.

“Kami menduga sumber limbah yang mencemari sungai bersumber dari aktivitas pabrik di sekitar hilir sungai Bandar Jaksa ini. Banyak masyarakat yang resah karena limbah ini,” lanjutnya.

Pembuangan limbah tersebut berdampak pada pencemaran dari hulu sampai ke hilir yang berjarak sekitar 15 km.

“Sungai ini merupakan sumber kehidupan kami, aktivitas masyarakat seperti mandi, mencuci dan sholat selalu menggunakan air sungai. Semenjak air sungai tercemar limbah, aktivitas masyarakat lumpuh dan kami kesulitan, apalagi saat ini merayakan Hari Raya idul Fitri 1442 H. Bukan hanya itu, ikan juga banyak yang mati dan mengambang di permukaan air sungai ini,” ungkapnya.

Advertisement

Tokoh pemuda setempat, Adi Syahputra Nasution (25) mengaku sangat menyayangkan sikap oknum yang tidak bertanggungjawab atas pembuangan limbah ke sungai.

“Sungai ini adalah sumber hajat hidup orang banyak, perbuatan pencemaran ini adalah bentuk kejahatan pidana. Kita berharap pihak-pihak yang berwenang, baik itu pihak kepala Desa, pihak kecamatan, pihak Polsek Kecamatan Simpang Empat supaya mengusut tuntas masalah masyarakat ini,” jelasnya.

“Banyak pihak-pihak yang dirugikan akibat dari pembuangan limbah ataupun pencemaran lingkungan sungai. Akibatnya selain masyarakat setempat, ekosistem habitat hewan yang hidup di sungai juga banyak yang mati karena keracunan, seperti ikan, udang dan lainnya sehingga masyarakat nelayan tidak bisa bekerja untuk menjaring ataupun memancing ikan sebagai lauk yang dimakan,” papar mantan Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Muslim Tanjungbalai (PERMATA) itu.

“Saya dan masyarakat berharap segera usut tuntas oknum intelektual dalang dari pembuangan limbah di aliran sungai Bandar Jaksa ini. Karena dampak yang ditimbulkan sudah sangat meresahkan masyarakat yang mengganggu hajat hidup orang banyak. Kita sama-sama mengetahui pemberlakuan hukum sangat penting untuk ditegakkan dalam sistem kehidupan, maka saya berharap, agar oknum tidak bertanggung jawab dalam pencemaran sungai dengan limbah, dapat diberikan sanksi hukum yang berkeadilan agar kedepannya tidak melakukan perbuatan melawan hukum untuk kedua kalinya,” bebernya.

“Dalam waktu dekat ini, jika memang persoalan limbah terus berkepanjangan, maka kami akan mengadukan masalah ini langsung kepada Bupati Asahan yaitu Bapak Surya,” tandasnya.

Sementara itu, Kades Desa Sei Dua Hulu saat dikonfirmasi melalui pesan What’sApp menerangkan jika dirinya bersama dengan Kades Simpang Empat sedang mencari dari mana asal limbah tersebut.

Reporter: Gus/Risky
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: