Gelar Pekan Lebaran Idul Fitri 1442 H, Anjungan Jambi TMII Tampilkan Tarian dan Tutorial Pemakaian Tengkuluk

JAKARTA (KM) – Penampilan Tari Tengkuluk yang diikuti dengan tutorial pemakaian kain tengkuluk, yaitu penutup kepala khas wanita Melayu Jambi menjadi agenda khusus yang kembali digaungkan dalam acara Pekan Lebaran Idul Fitri 1442 H yang diselenggarakan di Anjungan Jambi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jumat 21 Mei 2021.

Kain tengkuluk sendiri merupakan warisan budaya asli Melayu di Provinsi Jambi yang biasanya digunakan pada saat kegiatan adat, pernikahan atau pesta dan juga dalam kegiatan sehari-hari. Kain tengkuluk atau lebih dikenal dengan sebutan kuluk ini merupakan kain tradisional yang berfungsi sebagai penutup kepala bagi kaum perempuan.

Kain tengkuluk telah menjadi suatu indentitas tersendiri bagi kaum perempuan di Jambi yang menurut sejarah sudah ada sejak abad ke-7, yang pada saat itu digunakan perempuan Melayu untuk menghadiri suatu acara adat ataupun saat kegiatan bercocok tanam seperti di sawah dan ladang. Bukan hanya sekedar sebagai penutup kepala, sejatinya kain tengkuluk memiliki makna yang lebih mendalam, yakni sebagai lambang kesahajaan dan budi pekerti luhur perempuan Jambi.

Pjs. Pimpinan Anjungan Jambi TMII, Deni Husni saat diwawancarai KM menyampaikan bahwa ditampilkannya tarian tengkuluk dan tutorial pemakaian kain tengkuluk dalam acara tersebut adalah dalam rangka untuk kembali mengingatkan pesan warisan budaya nenek moyang yang harus terus dirawat kelestariannya sehingga tidak tergerus perkembangan zaman.

“Tari tengkuluk ini mengisahkan sudah abainya generasi muda sekarang terhadap warisan budaya bangsa akibat pesatnya perkembangan iptek yang semakin menggerus nilai-nilai budaya asli kita, khususnya budaya Melayu Jambi ini,” ujar Deni.

Deni juga mengakui sulitnya Anjungan Jambi menggelar acara-acara seni budaya selama berlakunya masa pandemi covid-19. Namun demikian, berkat tekad kuat dan upaya bersama, prestasi demi prestasi tetap diraih Anjungan Jambi dalam beberapa event lokal maupun internasional yang diselenggarakan secara virtual.

Advertisement

“Pekan Lebaran yang kita gelar hari ini walaupun sempat ada kendala, namun demi terlaksananya acara yang sudah kita siapkan jauh-jauh hari saya harus menandatangani surat pernyataan bahwa acara kita ini harus dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat dan tidak boleh mengundang banyak orang,” ungkapnya.

“Ya kita harus tetap optimis, walau pandemi ini belum berakhir, kita pasti bisa melewati masa sulit ini dengan terus menghasilkan karya karya yang mengangkat nilai luhur budaya bangsa kita,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Jambi di Jakarta, Refli menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan staf anjungan Jambi yang sudah berupaya keras menggelar acara Pekan Lebaran walau dalam situasi yang serba dibatasi, dirinyapun mengapresiasi segala prestasi yang telah diraih selama masa pandemi covid-19.

Terkait dengan ditampilkannya tari tengkuluk, Refli menyatakan sangat berterimakasih kepada anjungan Jambi, khususnya kepada Sanggar Selaras Pinang Masak yang sudah lebih 10 tahun berkiprah telah banyak menampilkan kreasi tarian-tarian yang selalu mendapatkan penghargaan serta menjuarai berbagai even nasional maupun internasional sehingga turut mengangkat nama baik anjungan dan Provinsi Jambi.

“Saya sampaikan kepada adik-adik yang bergabung di sanggar Selaras Pinang Masak supaya ke depannya lebih maju dan berkreasi lagi, insya Allah nanti tanggal 27 kita akan mengadakan Pilkada ulang, dan nanti Gubernur yang terpilih insya Allah akan saya undang ke Anjungan Jambi dan menemui adik-adik sanggar selaras pinang masak,” pungkasnya.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: