BST Warga Ciluar Bogor Utara Disunat Oknum Sebesar Rp50 Ribu, Wakil Wali Kota: “Laporkan Polresta Saja”

BOGOR (KM) – Warga RW 04, Kampung Tarikolot, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, dibuat geram. Pasalnya, Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp600 ribu untuk dua termin digasak senilai Rp50 ribu per penerima oleh oknum pengurus lingkungan wilayah.

Reaksi geram sejumlah warga pun mencuat, melayangkan protes dengan membuat surat pernyataan terkait pemotongan bansos tersebut.

Dari informasi yang dihimpun awak media dari salah seorang warga RT 01, Hayat (58), pemotongan bansos di wilayahnya berlangsung selama pandemi covid-19. “Warga tidak ikhlas jika bantuan dari pemerintah pusat ini dipotong oleh oknum pengurus lingkungan,” ujarnya.

“Kita inginnya tidak ada pemotongan, maka dengan pemotongan ini tentu tidak kami (warga) ikhlas,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat 21/05.

Hayat mengaku tidak mengetahui alasan pemotongan bansos tersebut. “Ya nggak ada alasan, minta gitu saja. Dari awal sudah wanti-wanti kalau sudah cair,” kata Hayat.

Hayat juga mengatakan, bahwa yang menerima uang sebesar Rp50 ribu adalah oknum pengurus lingkungan. Namun, setelah permasalahan terdengar oleh pemerintah dana tersebut dikembalikan.

“Ya sudah dikembalikan, dikasihin ke istri saya setelah salat Jumat. Banyak di sini yang dimintain,” ujar Hayat.

Sementara warga lainnya, Dudi Iskandar (47) mengaku bahwa warga sadar untuk memberi. Namun tidak perlu diberi standar nominal.

“Ya kalau keikhlasan tidak dipatok seberapanya. Nggak perlu dipatok lah,” ucap Dudi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pemuda Tarikolot Bersatu, Sanusi menjelaskan, bahwa awal mula permasalahan itu mencuat ketika ada seorang warga yang menelepon dirinya.

Advertisement

“Kemarin malam saya mendapat telepon dari warga RT 01 menginformasikan bahwa di wilayah itu ada pemotongan bansos oleh pengurus wilayah,” kata Sanusi.

Pihaknya pun menggelar musyarawah dengan warga RT 01 dan RT 03 soal permasalahan tersebut.

“Keinginan warga untuk ke depannya karena kondisi sedang sulit, jangan ada lagi pemotongan bantuan dari pemerintah. Warga ingin ada pergantian pengurus RW, karena sangat sering,” tambah Ajo.

Menanggapi permasalahan tersebut Camat Bogor Utara, Marse Hendra Saputra mengaku pihaknya belum menerima secara langsung laporannya.

“Ya secara langsung belum kami terima laporannya, tapi tadi sudah saya minta pihak Kelurahan untuk memverifikasi informasi tersebut,” ungkap Marse kepada KM, Jumat 21/5.

Namun Marse menegaskan, apabila ditemukan bukti yang kuat, akan ia sarankan untuk ditindaklanjuti. “Ya besok Sabtu, saya juga akan verifikasi ke wilayah kampung Tarikolot tersebut,” tegas Marse.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta kepada warga yang dirugikan untuk melaporkan ke polisi.

“Tidak boleh potong-potong bansos. Masih aja berani main-main. Warga bikin laporan ke Polresta saja,” tegas singkat.

Reporter: ddy
[21/05, 20:51] Hero Akbar: Penyunatan Bansos di Kampung Tarikolot Kelurahan Ciluar Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: