Program SAKTI Gusnan Mulyadi Hanya Percontohan, Warga Kecewa

foto: Ilustrasi Peternakan Sapi
foto: Ilustrasi Peternakan Sapi

MANNA, BENGKULU (KM) – Pernyataan Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi beberapa waktu yang lalu terkait realisasi program Satu Keluarga Satu Sapi (SAKTI) yang dijanjikannya kepada masyarakat pada kampanye Pilkada 2021 yang lalu belum bisa teralisasi secara penuh disebabkan adanya refocusing anggaran APBD BS 2021. Hal ini menuai protes dan kekecewaan dari masyarakat.

Saat dimintai keterangan media Minggu 4/4 lalu, Gusnan mengakui bahwa untuk saat ini, program SAKTI masih hanya sebagai percontohan, disebabkan anggaran yang “sangat minim” karna proses refocusing. “Sehingga hanya sekitar 10-15 ekor saja per kecamatan,” kata Gusnan kepada media, sebagaimana di kutip dari Radarbengkuluonline.

Pernyataan tersebut membuat sebagian masyarakat Bengkulu Selatan kecewa dengan pernyataan Bupati, lantaran program SAKTI merupakan janji politiknya pada Pilkada yang lalu.

“Refocusing itu maknanya menunda atau membatalkan kegiatan yang dianggap tidak relevan, sementara saya melihat di masa pandemi ini program SAKTI sangat berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat petani Bengkulu Selatan,” ujar Rusmiadi, seorang pemerhati peternakan, kepada KM Sabtu 10/4.

Advertisement

Terkait realisasi 15 ekor per kecamatan sebagai percontohan, pihak teknis Bidang Peternakan Dinas Pertanian BS diminta berlaku adil dalam menyalurkannya nanti.

“Pihak teknis harus memberdayakan kelompok-kelompok yang sama sekali belum tersentuh oleh bantuan program, jangan sampai ada kelompok yang sudah dibentuk tapi termarjinalkan. Sebaiknya jangan memberikan program SAKTI ini kepada kelompok-kelompok yang sudah langganan mendapatkan bantuan, apalagi berdasarkan faktor kekerabatan, tim sukses, kelompok keluarga atau orang dekat petugas,” kata Rusmiadi.

“Kami sebagai masyarakat akan mengawasi dan mengawal program yang sangat bagus ini, kalau masih pakai pola perkoncoan, kerabat, kelompok tim sukses apalagi keluarga petugas ini alamat program tak akan sukses dan potensi keberhasilan program akan mengalami kegagalan total,” tegasnya.

Reporter: KM Bengkulu
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: