Cegah Kerumunan dan Gangguan Ketertiban di Bulan Ramadan, Polresta Bogor Kota Bentuk “Polisi Ramadan”

Forkopimda Kota Bogor usai Apel Jelang Ramadan (dok. KM)
Forkopimda Kota Bogor usai Apel Jelang Ramadan (dok. KM)

BOGOR (KM) – Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah ulama memusnahkan ratusan botol minuman keras di lapangan Pusdikzi, Jalan Jendral Sudirman, Kota Bogor, Senin 12/4.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyebut bulan Ramadan ini menjadi bulan tawuran bagi sebagian warga. Untuk itu, pihaknya membentuk dan menerjunkan “Polisi Ramadan”, dimana tugasnya untuk menekan angka kejahatan dan kekerasan selama Ramadan.

“Sebagian masyarakat bulan Ramadan itu bulan tawuran. Nah kami berusaha menekan angka kekerasan selama Ramadan, termasuk kejahatan-kejahatan lainnya, kita jaga kesucian Ramadan ini secara intens, kami akan mengawasi kegiatan-kegiatan yang ilegal,” ungkap Kapolresta.

Selain itu, Polisi Ramadan juga nantinya akan berkolaborasi dengan pengelola masjid atau DKM dan marbot, di mana mereka akan membantu untuk mencegah kerumunan dan memastikan protokol kesehatan di setiap masjid.

“Berdasarkan data yang kami terima, jumlah masjid di Kota Bogor sebanyak 850 masjid. Tapi dari jumlah tersebut ada 147 masjid yang jamaahnya cukup banyak. Jadi kami menyiapkan 200 personel yang berkolaborasi dengan marbot dan DKM untuk sama-sama bisa menerapkan protokol kesehatan di tempat-tempat ibadah sesuai dengan instruksi Kementerian Agama bagaimana menjalankan ibadah Ramadan,” jelas Kapolresta.

Advertisement

Di tempat yang sama Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, ada dua hal yang perlu dilakukan sebelum dan selama Ramadan. Pertama yaitu bagaimana caranya agar situasi Ramadan itu lebih khusyuk, di antaranya gencar membasmi kemaksiatan seperti memusnahkan minuman keras dan menutup Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Bogor.

“Ini memang sudah rutin kita lakukan setiap tahun, misalnya menutup THM. Intinya kita ingin bulan Ramadan ini khusyuk dan kondusif,” ujar Bima kepada wartawan.

Mengingat bulan Ramadan masih berada di masa pandemi, dirinya meminta kepada masyarakat untuk tidak berkerumun.

“Kita tidak mau lengah terjadi kerumunan di Ramadan ini, di tiga waktu yang krisis, yaitu jelang berbuka, saat solat tarawih dan jelang sahur. Ketiga waktu itu potensi titik kerumunan, karena itu Forkopimda fokus untuk prokes nya sampai membentuk personel tingkat wilayah, ada polisi yang berkoordinasi dengan marbot, ada yang fokus berkeliling di tempat-tempat kerumunan dan sebagainya,” pungkas Bima.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: