Kreativitas Pengusaha UMKM ini Lahirkan Kreasi Kuliner “Pempek Lohan” dan “Cireng Mercon”

(dok. KM)
(dok. KM)

DEPOK (KM) – Pandemi covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini tidak menyurutkan langkah dan upaya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Depok. Berbagai inovasi dan kreasi kuliner pun semakin menggeliat jelang datangnya bulan suci Ramadan.

Termasuk yang dilakukan oleh Susilo, salah seorang pelaku UMKM yang berjualan pempek di sekitar rumahnya di samping Perumahan Bella Casa Depok, yang mengaku pesanan home industry nya semakin diminati pelanggannya. Bahkan tak sedikit dari pelanggannya ikut menjadi reseller karena merasa sudah cocok dan harganya pun cukup ekonomis.

Dalam mempromosikan dagangannya tersebut, Susilo membranding produknya dengan nama Pempek Lohan yang diolahnya sendiri bersama istrinya. “Pempek Lohan dagangan kami ini asli menggunakan bahan ikan tenggiri yang masih segar, dan kalau soal rasa Insya Allah tidak mengecewakan dengan harga yang terjangkau,” ujarnya bersemangat saat diwawancarai KM pada Sabtu malam 10/4.

“Selain jual yang frozen untuk digoreng sendiri di rumah, saya juga mangkal di sini mulai jam 16.00 sampai jam 21.00 buat yang mau makan di tempat atau dibungkus, harga satuannya mulai 2.500 sampai 13.000, ada kapal selem, lenjer, adaan, kulit,” paparnya sambil menggoreng pesanan pelanggannya.

Advertisement

Selain pempek, Susilo juga menawarkan produk tekwan dan cireng mercon siap saji dengan varian rasa ayam original, ayam pedas, sosis pedas, bakso pedas, dan keju.

“Harga cireng mercon hanya Rp12.500 isi 5 macam, tekwan 1 porsi 15 ribu, kalau setengah porsi 10 ribuan. Mau reseller juga boleh, silahkan saja datang ke sini sekalian dicoba dulu biar tidak penasaran,” jelas Susilo yang belum lama resign dari pekerjaan tetapnya di salah satu leasing motor ternama dan memilih banting setir untuk berwirausaha.

“Alhamdulillah h dengan jualan seperti ini, saya merasa lebih tenang dan lebih dekat juga dengan keluarga. Kalau soal pendapatan, ya namanya juga usaha pasti ada naik turun, beda sekali dengan waktu kerja yang sudah ada gajinya,” ungkapnya.

Susilo juga mengatakan, di bulan Ramadan dirinya sudah mendaftar di kegiatan bazar Ramadan yang digelar di area komplek perumahan Bella Casa.

“Ayo silakan mampir icip-icip dulu di sini, mau dibungkus juga silahkan, pokoknya saya gak tanggung jawab ya kalau sampai ketagihan,” pungkasnya penuh canda.

Reporter: Sudrajat

Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: