Komunitas Khawatir RDTR Kota Metropolitan Parungpanjang Gerus Budaya Masyarakat Desa

Komunitas Rumah Anak Bumi Parungpanjang menggelar acara nonton bareng film dokumenter di mabes Rumah Anak Bumi, Kamis malam 8 April 2021 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/ KM)
Komunitas Rumah Anak Bumi Parungpanjang menggelar acara nonton bareng film dokumenter di mabes Rumah Anak Bumi, Kamis malam 8 April 2021 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/ KM)

BOGOR (KM) – RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) Kota Metropolitan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, mendapat kritikan pedas dari komunitas “Rumah Anak Bumi”.

Hal itu disampaikan pada sesi diskusi usai nonton bareng film dokumenter Investigasi “KINIPAN” di markas besar Rumah Anak Bumi di Jl. Cemara I No.12, Perumnas 1, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Kamis malam 8/4.

Salah satu pendiri komunitas anak muda di Kecamatan Parungpanjang ini, Agung Laksana Solihin atau biasa disapa Anglesh, mengatakan bahwa RDTR Kota Metropolitan Parungpanjang akan menggeser budaya setempat dan membawa modernisasi.

“Yang tadi sudah dibahas ya bahwa RDTR Kota Metropolitan sudah pasti terjadi, kita tidak bisa menahannya, gitu kan? Nah kalau menurut gua ini akan menjadi pergeseran antara budaya dan balik lagi ke modernisasi, berbicara budaya kita sudah tahu banyak istilah yang namanya kolektif, yang namanya semacam mutual aids dan lain-lainlah, sekarang banyak istilah-istilah kayak gitu apalagi di kalangan teman-teman gerakan lah, perlawanan lah,” ucap Anglesh.

Anglesh menjelaskan dengan rinci bahwa masyarakat Parungpanjang itu harus berpegang teguh terhadap adat istiadat karena nenek moyang Parungpanjang itu berbudaya dan tidak terkikis modernisasi atau gaya hidup.

“Nah sebenarnya jauh-jauh dari itu, nenek moyang kita itu berbudaya seperti itu gitu loh, kayak semacam sedekahan, ruwahan itu udah termasuk berbagi, nah maksud gua yang tadi dibahas kota metropolitan ya, kita harus berpegang teguh sama budaya dan adat istiadat kita sendiri, tidak terkikis dengan modernisasi dan gaya hidup ataupun dan lain-lain yang lebih mengarah ke kurang baiklah, jadi dari gua pertahankanlah budaya nenek moyang kita,” jelasnya Anglesh.

Hal yang sama dituturkan oleh founder Rumah Anak Bumi Ridwan Manatik.

“Jadi pulanglah ke desa, ke kampung-kampung, biarlah kampung menjadi kampung, jangan jadikan kampung menjadi kota, biarlah kampung menjadi kampung, biarlah desa menjadi desa, jadi kuncinya itu, kota akan berdiri sendri, desa akan tetap berbahagia, karena kekuatan ada di desa, kekuatan ada di teman-teman semua,” tutur Ridwan.

Advertisement

Ridwan menambahkan, dirinya senang karena teman-teman komunitas sudah menyebar di Kecamatan Parungpanjang di desa masing-masing untuk “membangun manusia.”

“Nah bolehlah orang desa mengikuti gaya kota-kotaan, tapi kembalilah ke kampung, kembalilah ke desa, nah saya sudah senang teman-teman sudah menyebar di satu titik di Kecamatan Parungpanjang di desa masing-masing, itu sebetulnya sudah membangun, tanpa disadari itu bisa membangun manusia,” tambah Ridwan.

Lebih lanjut, Ridwan mengungkapkan, penyebaran komunitas perlu terus dilakukan walaupun RDTR Kota Metropolitan berdiri, dan manusianya tetaplah manusia yang ada di desa.

“Nah penyebaran itu perlu kita lakukan terus menerus, sampai kota akan tetap berdiri, kita menuju output orang kota kan, yang datang dari Jakarta, dari Bekasi, yang datang dari Tangerang yang datang kesini sebagai orang kota, walaupun ada 2 desa yang tidak akan dijadikan kota ya, tapi hanya kota sebagai administrasi, sebagai kota, tapi manusianya tetaplah, saya pikir, punya pemikiran, hati manusia-manusia yang ada di desa,” ungkapnya.

Hal lain diharapkan oleh salah satu aktivis pendidikan Boni, yang ingin memberdayakan masyarakat desa dengan mendirikan kampung studi bahasa Inggris.

“Kita tetap dengan orang kampung, orang desanya, tapi kita punya skill yang berbeda. Artinya secara ekonomi kita kan berdampak, kalau pernah lihat Kampung Pare itu, dari satu orang jadi banyakan, sekarang yang lucu orang Thailand belajar bahasa Inggris ke Indonesia, Malaysia, nah saya butuh bantuan kalian untuk mendirikan Kampung Inggris,” katanya.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*