Ada Perbedaan Catatan, Pemkot Bogor Akan Dalami Lagi Terkait Lahan Pemkot di Menteng

Kabag Hukum dan HAM Setda Kota Bogor Alma Wiranta di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal (dok. KM)
Kabag Hukum dan HAM Setda Kota Bogor Alma Wiranta di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal (dok. KM)

BOGOR (KM) – Kegaduhan muncul beberapa pekan ini dengan munculnya Sertifikat Hak Guna Bangun (SHGB) nomor 1340 atas nama Farida Rohadji seluas 852 meter persegi di Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, yang diduga berada di atas lahan aset milik negara, serta catatan-catatan proses hukum lama di wilayah tersebut yang belum memiliki kejelasan hingga saat ini. Kabag Hukum dan HAM Setda Kota Bogor Alma Wiranta menyatakan bahwa pihaknya akan segera membuat tim tracking aset Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Seksi (Kasi) Penetapan Hak dan Pendaftaran (PHP) BPN Kota Bogor Erna Riana dengan tegas mengatakan bahwa berdasarkan datanya, lahan tersebut merupakan aset Pemkot Bogor, yang berawal dari terbitnya Hak Pengelolaan Lahan (HPL) atas nama Pemkot Bogor pada tahun 1990.

“Lalu adanya pelepasan hak pada 7 Januari 1992 dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kotamadya dengan nomor 539/SK.02.02/lim/1992 jo, dengan berita acara (BA) tanggal 25 Mei 1993 dengan nomor 539.5/BA.03/pemb, seluas 234.710 meter persegi kepada PT. Triyosa Mustika,” paparnya.

“Dasar itu yang menjadi catatan BPN Kota Bogor awal mula aset Pemkot tersebut menjadi SHGB PT. Triyosa Mustika,” jelas Erna beberapa waktu lalu.

Menurut Alma, dari kronologi yang disampaikan BPN Kota Bogor tersebut, tentunya nanti akan diteliti dan dicocokkan. “Sehingga informasi yang disampaikan tentang adanya aset Pemkot Bogor yang beralih ke pihak ketiga dapat segera terjawab dan diklarifikasi kebenarannya,” ujar Alma kepada kupasmerdeka.com, Sabtu 3/4.

“Ya mengingat di wilayah Kota Bogor juga ada tanah milik instansi pusat yang salah pendataannya (error in objecto),” tambah Alma.

Masih kata Alma, sesuai fakta yang ada, saat ini SHGB atas nama Farida Rohadji yang telah dipecah dari PT. Triyosa Mustika memang tidak ada dalam catatan aset Pemkot Bogor. “Sebagaimana penyampaian beberapa waktu lalu, dan hal ini telah dikonfirmasi keakuratannya di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor,” katanya.

Advertisement

“Maka dari itu Bagian Hukum Pemkot Bogor segera mungkin melakukan analisis hukum, dan membentuk Tim Tracking aset Pemkot Bogor untuk, menjaga hak-hak Pemerintah Kota, sesuai dengan regulasi yang berlaku,” lanjutnya.

“Jika nanti ternyata aset tersebut benar milik Pemerintah Kota, sebagaimana yang dikabarkan karena ada pemberian Hak Pengelolaan (HPL) Pemkot Bogor, selanjutnya menjadi SHGB selama waktu tertentu, maka harus diambil tindakan lebih lanjutan dengan tegas,” tegas Alma.

Ditanya perihal SK Wali Kota Bogor 1992 yang mengalihkan HPL Pemkot Bogor kepada pihak ketiga PT. Triyosa Mustika, apakah ada dan tercatat di BPKAD Kota Bogor, Alma menjawab dengan tegas tidak ada.

“Ya SK tersebut tidak ada di BPKAD Kota Bogor,” ujar Alma.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah pernah mewanti-wanti Wali Kota Bogor Bima Arya soal penggelapan aset daerah. Dilansir dari detik.com, menurut KPK, penyelamatan aset daerah harus menjadi perhatian Bima dan jajarannya.

“Penyelamatan aset daerah juga menjadi perhatian KPK. Mulai dari sertifikasi aset daerah, pendataan hingga mencegah penggelapan aset-aset daerah,” ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah pada April 2019 silam.

Hal itu disebut Febri disampaikan oleh Pimpinan KPK dalam pertemuan dengan Bima Arya dan jajarannya. Selain soal aset, pimpinan KPK juga meminta peningkatan pendapatan daerah hingga persoalan perizinan dan pelayanan publik di Bogor menjadi perhatian Bima.

“Ketua KPK menyampaikan agar pengadaan dan pelayanan publik melalui PTSP menjadi perhatian. Karena dari kasus-kasus yang ditangani KPK cukup banyak pengadaan di daerah yang bermasalah. PTSP juga perlu dipastikan benar-benar mempermudah proses dan alur perizinan,” ucap Febri.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: