Wacana “Golok Goes to UNESCO” Kian Menguat, Guru Besar SGI Gandeng Disdikbud dan Kopassus

Guru Besar Seni Golok Indonesia Ki Kumbang bersama Grup 1 Kopassus TNI AD (dok. KM)
Guru Besar Seni Golok Indonesia Ki Kumbang bersama Grup 1 Kopassus TNI AD (dok. KM)

TANGERANG (KM) – Upaya untuk mengenalkan dan melegitimasi senjata tradisional golok ke tingkat dunia sebagai salah satu pusaka asli Indonesia terus dilakukan oleh Guru Besar Seni Golok Indonesia (SGI), Ariyanto, yang akrab disapa Ki Kumbang.

Dalam upayanya tersebut, Ki Kumbang bersama tim yang dibentuknya telah sukses menggelar beberapa kali pameran golok yang sudah berusia ratusan tahun diiringi dengan seminar edukasi tentang filosofi, bahan material, penempaan, dan kegunaan golok berdasarkan manuskrip Sunda kuno di berbagai lokasi, dilanjutkan dengan menggelar kompetisi ketangkasan beladiri dengan menggunakan golok yang diikuti berbagai perguruan silat se-Jawa Barat dan beberapa perwakilan negara Asia, Eropa, dan Amerika.

Ki Kumbang bersama organ SGI dan Museum Golok Indonesia (MGI) yang dibentuknya telah mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dengan menggelar seminar edukasi bersama beberapa waktu lalu, puncaknya adalah saat Grup 1 Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat menisbatkan Ki Kumbang sebagai Guru Besar di Padepokan Seni Beladiri Golok Eka Wastu Balatika yang dibentuk Grup 1 Kopassus TNI AD usai menjalani pelatihan khusus di markas Seni Golok Indonesia, Tangerang Banten.

Advertisement

“Kita akan terus gaungkan wacana Golok Goes to UNESCO, karena memang terbukti senjata golok adalah yang digunakan para raja Sunda di masa lalu berdasarkan manuskrip Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian yang telah berhasil kami terjemahkan ke dalam beberapa bahasa dunia (Indonesia, Inggris, Belanda),” ujar Ki Kumbang kepada KM kemarin 28/3.

“Alhamdulillah pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten juga mendukung wacana ini dan kami telah bersepakat menjadikan golok masuk ke dalam kurikulum pembelajaran sebagai kekayaan literasi yang perlu diketahui oleh generasi sekarang dan masa depan,” lanjutnya.

“Grup 1 Kopassus TNI AD juga sudah berlatih dan menguasai teknik khusus ketangkasan golok yang saya ciptakan dan menjadikannya sebagai salah satu keahlian yang wajib dimiliki dan dilestarikan dengan membentuk Padepokan Seni Beladiri Golok Eka Wastu Balatika,” ungkap Ki Kumbang.

“Mohon doa restu dan dukungan semua supaya wacana Golok Goes to UNESCO semakin kuat menggema dan resmi masuk dalam catatan UNESCO sebagai salah satu kekayaan budaya asli Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*