Program PTSL di Bekasi Utara Diduga Masih Marak Pungli

Ilustrasi pungli pada program PTSL
Ilustrasi pungli pada program PTSL

BEKASI (KM) – Dugaan pratek pungutan liar dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) masih saja terjadi, seperti di wilayah RW 07 Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Kuota PTSL yang diperoleh tahun 2019 dimanfaatkan oleh sekelompok oknum untuk mengelabui masyarakat dan memperkaya diridengan meminta warga agar membayar biaya yang berkisar antara 1,3 juta sampai 5 juta rupiah, bahkan ada yang lebih.

Dari hasil informasi yang diperoleh di lapangan, beberapa warga mengaku membayar Rp1,3 juta hingga lebih melalui ketua RT masing-masing secara bertahap. Anehnya lagi, kalau ada berkas yang kurang, warga diminta untuk menambah biaya lagi. Misalnya, jika Akta Jual beli (AJB) sebelumnya tidak ada, warga dimintai biaya tambahan lagi masing-masing Rp500 ribu. Tak hanya itu, kalau AJB yang dimiliki hanya salinan, warga harus menyetor lagi mulai dari Rp300 ribu sampai Rp500 ribu, dengan alasan untuk membayar orang untuk mencari arsip di PPAT Kecamatan Bekasi Utara.

Salah seorang warga RT 005 berinisial N mengaku hanya mengikuti aturan dari koordinator. Dia mengaku di luar biaya yang ditentukan dalam peraturan sebe sar Rp150.000, ada lagi biaya lain-lain yang harus dibayar.

Advertisement

“Saya hanya warga biasa, ngikutin yang lain saja, untuk biaya lain-lainnya lebih kurang Rp1,3 juta, saya bayar melalui pengurus RT, sedangkan yang pakai surat pernyataan Rp150.000,” ujarnya kemarin Kamis 25/3.

Menurut N, dalam aksinya oknum memberikan surat pernyataan kepada warga yang isinya menyatakan hanya membayar Rp150.000 untuk biaya pengurusan program PTSL.

“Kalau saya pikir, ini sangat bertolak belakang dengan tujuan program Presiden Joko Widodo, yang mana untuk mempermudah warga dan memberikan kepastian hukum terhadap tanah milik warga, dan program PTSL ini juga menggunakan anggaran APBN, memang ketentuan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri memperbolehkan mengutip biaya maksimal hanya 150 ribu rupiah, untuk biaya patok dan materai,”ucapnya.

Sebelumnya, terkait dugaan pungli dalam program PTSL di Kecamatan Bekasi Utara tersebut, Inspektorat Kota Bekasi telah memeriksa ketua RT dan ketua RW di wilayah RW 07 Kelurahan Perwira dan sudah melakukan klarifikasi kepada warga pemohon PTSL. Penyelidikan tersebut basih berlangsung.

Reporter: KM Bekasi
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: