Penurunan Harga TBS di Subulussalam Dikhawatirkan Pukul Ekonomi Petani Sawit

Ketua DPP Komunitas Mahasiswa Pelajar Peduli Subulussalam (KOMAPPSU) Safi'i Ozi Sareji (dok. KM)
Ketua DPP Komunitas Mahasiswa Pelajar Peduli Subulussalam (KOMAPPSU) Safi'i Ozi Sareji (dok. KM)

SUBULUSSALAM, ACEH (KM) – Penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) di Kota Subulussalam menuai kritik lantaran dinilai berdampak buruk terhadap perekonomian para petani sawit. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP Komunitas Mahasiswa Pelajar Peduli Subulussalam (KOMAPPSU) Safi’i Ozi Sareji, yang ditemui Kupas Merdeka Kamis 4/3.

Safi’i mengatakan, jika harga CPO naik maka harga TBS juga seharusnya dinaikkan segera. Dia mengutip dari daftar harga TBS kelapa sawit di empat Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang ada di Kota Subulussalam.

Harga TBS di sejumlah PMKS masih berada di kisaran Rp1.850 hingga Rp1.890 per kilogram seperti PT SNN Rp1.860 per kilogram, PT BSL Rp1.850 per kilogram, PT BDA Rp1.865 per kilogram dan PT GSS Rp1.890 per kilogram.

Advertisement

“Geram sekali dengan ulah oknum pengusaha yang mengambil keuntungan di atas kesulitan masyarakat Kota Subulussalam saat ini. Bukannya menjadi penyokong dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melainkan untuk mencari keuntungan pribadi yang lebih besar,” ucap Safi’i.

“Dalam hal ini, kita mendukung penuh atas sikap Pemerintah Pemko Subulussalam seperti pernyataan Bapak Drs. Salmaza, MAP yang mengingatkan PMKS agar harga TBS di Kota Subulussalam dinaikkan supaya tidak berdampak kepada perekonomian masyarakat,” pungkasnya

Reporter: Haris Fadillah
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: