Kartu KIS Tiba-tiba Non Aktif, Pasien RSU di Tanjungbalai Ketar Ketir

AM, warga Tanjungbalai penerima BPJS/KIS gratis yang dinonaktifkan di halaman kantor BPJS Kesehatan Tanjungbalai (dok. KM)
AM, warga Tanjungbalai penerima BPJS/KIS gratis yang dinonaktifkan di halaman kantor BPJS Kesehatan Tanjungbalai (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – ZU (70), seorang pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) T. Mansyur Tanjungbalai terpaksa tidak bisa dirujuk pengobatannya ke RS Umum Medan karena terkendala kartu KIS miliknya “mendadak” non aktif.

Dari keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga, Nyai, kartu KIS atas nama pasien ZU sudah non aktif. Hal itu dikatakannya usai diinformasikan langsung oleh petugas Rumah Sakit Umum sehingga pasien tertunda untuk rujuk ke RSU yang ada di Medan.

“Kartu KIS ayah kami [ZU] di non aktifkan oleh Pemerintah setempat, sehingga ayah kami ditunda untuk rujuk perobatan ke Rumah Sakit Umum yang ada di Medan,” ujarnya.

“Terkait masalah yang kami alami ini, kami minta bantuan ke pak Ade Agustami Lubis, beliau bilang tadi bahwa untuk proses pengaktifan KIS memakan waktu hingga satu bulan dan itu harus secara kolektif pengusulannya oleh Dinas Kesehatan ke BPJS Kesehatan, sementara ayah kami harus dirujuk ke Medan ini hari juga, jadinya orang tua kami tertunda rujuknya,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi KM, Ade Agustami Lubis membenarkan terkait masalah yang dialami oleh keluarga Nyai.

“Benar, apa yang dialami oleh keluarga pak ZU, dua hari saya bolak balik dari BPJS ke Dinas Kesehatan, proses pengaktifan kartu KIS gratis yang di non aktifkan oleh Wali Kota Tanjungbalai selaku pemangku Pemerintahan Daerah memakan waktu satu bulan lamanya, dengan membawa syarat surat tidak mampu dari lurah, KK, KTP serta kartu KIS peserta,” terangnya.

Advertisement

“Seharusnya, Haji M Syahrial SH MH lebih banyak sosialisasi kepada masyarakat serta menyederhanakan proses pengaktifan KIS warga, serta memprioritaskan pasien yang sedang dirawat di RSU supaya tidak ada ketimpangan sosial di tengah-tengah masyarakat,” lanjutnya.

“Jika kartu KIS gratis warga yang telah non aktif dapat langsung aktif jika peserta membayar secara mandiri, jika tidak bayar maka harus nunggu satu bulan lamanya, kan ini jelas pemerintah menunjukkan sikap ketidakadilan,” tambah Ade yang juga berprofesi sebagai seorang pengacara saat ditemui di halaman kantor BPJS Tanjungbalai.

Berdasarkan amatan awak media di kantor BPJS Kesehatan Tanjungbalai, seorang warga AM (68) saat dikonfirmasi juga mengalami hal yang sama.

“Saya tadi mau beli obat, kata mereka kartu saya tidak aktif lagi, makanya saya datang ke kantor BPJS menanyakan ini, tapi BPJS tidak ada menyarankan kemana kartu KIS ini diurus supaya aktif lagi,” kata AM dengan wajah kecewa.

Ketika dikonfirmasi oleh Kupas Merdeka terkait yang dialami oleh dua warga tersebut, BPJS Kesehatan Tanjungbalai melalui CS administrasi membenarkan hal tersebut.

“Benar pak, beberapa warga datang kemari komplain karena KIS yang diberi pemerintah sudah tidak aktif, proses pengaktifan melalui Dinas Kesehatan, prosesnya satu bulan lamanya dan harus kolektif pengusulannya,” singkatnya.

Reporter: Gus
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*