KUPAS KOLOM: Berkah Ilmu dan Pengaruh Gadget Yang Terabaikan

Oleh Ustadz H. M. Yasin MD, Penulis Buku “Rekonstruksi Sunan Kalijaga”

Peristiwa Isro’ Mi’roj telah menginspirasi dalam hal berkomunikasi, dengan kecepatan kilat, kecepatan cahaya (buroq), kalau bahasa sekarangnya kecepatan digital, tentu akan ada perubahan pada sikap dan sifat manusia.

Ada yang percaya dan bisa mengikuti perkembangan, ada yang tidak bisa dan mampu menerima untuk mengikuti perkembangannya. Karena sudah menggunakan ukuran waktu tempuh, tidak lagi dengan ukuran jarak tempuh. Kalau zaman dahulu bisa beralasan entar… entar… entar…, maka zaman sekarang harus enter…. enter… enter…, kalau tidak maka akan tertinggal.

Zaman dahulu, orang sulit mencari ilmu tapi mudah dalam mengamalkannya. Beda sekali dengan zaman sekarang, dimana orang sangat mudah mencari ilmu tapi sulit untuk mengamalkannya.

Dahulu, ilmu itu dikejar, ditulis, dihafal, diamalkan dan diajarkan. Beda sekali dengan zaman sekarang, dimana ilmu hanya cukup diunduh, disimpan dan dikoleksi, lalu diperdebatkan.

Dahulu, kita butuh kesungguhan dan usaha keras untuk mendapatkan ilmu. Beda sekali dengan zaman sekarang yang hanya cukup peras kuota internet sambil duduk manis ditemani secangkir minuman dan snack.

Dahulu, ilmu disimpan didalam hati, selama hati dan pikiran masih sehat, maka ilmu tetap terjaga. Beda sekali dengan zaman sekarang, ilmu cukup disimpan didalam memori gadget, kalau baterai habis, ilmu pun tertinggal, bahkan kalau gadgetnya rusak, hilanglah ilmu itu.

Dahulu, kita harus duduk berjam-jam di hadapan guru dengan penuh rasa hormat dan sopan, maka ilmu merasuk bersama keberkahan. Beda sekalu dengan zaman sekarang, cukup tekan tombol atau layar sambil tidur-tiduran, maka ilmu merasuk bersama kemalasan.

Advertisement

Saat ini kita telah sampai di suatu zaman di mana bicara tanpa perlu lagi suara, melihat tanpa perlu lagi tatap muka, dan memanggil tanpa perlu lagi berteriak. Sehingga bicara hanya perlu ketik saja, melihat hanya perlu klik saja, dan memanggil hanya perlu ping saja. Sosial Media telah menjadi budaya, dan Al-Qur’an pun bisa jadi semakin terlupa.

Dari yang hanya melihat-lihat, sampai mereka yang beradu pendapat. Dari tingkah yang dibuat-buat, sampai yang terang-terangan maksiat.

Hingga tak sadar jari jemari ini berkhianat, menulis sesuatu yang tak bermanfaat. Hingga tak sadar mata ini berkhianat, melihat apa yang seharusnya tak boleh dilihat.

Wahai diri ingat lah! Jemarimu akan menjadi saksi atas apa yang telah engkau tulis, dan Matamu akan menjadi saksi atas apa yang kau lihat.

Suatu hari nanti, apapun yang kau lakukan dengan anggota badanmu akan bersaksi dihadapan Penciptanya.

Maka, dapatkah kau membantahnya? Jangan sampai mereka menjadi musuhmu di hari perhitungan nanti dan menjadi saksi atas keburukanmu perilakumu di media sosial, saksi atas apa yang kau lihat, saksi atas apa yang kau tulis, saksi atas segala apa yang kau lakukan di media sosial.

Mulai sekarang, mari gunakan HP dan gadget sebagai ladang amal dalam menyebarkan kebaikan dan ilmu (nasehat) yang bermanfaat.

Semoga kita bisa mengambil hikmah disetiap peluang dan kesempatan untuk berbagi dan peduli kebaikan yang menghadirkan berkah berlimpah.

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*