Alun-Alun Parung Panjang Gagal Direalisasikan di Tahun 2021

Reses Anggota Komisi IV Bidang Pembangunan DPRD Provinsi Jawa Barat H. Mochamad Ichsan M, A,Md., di Desa Kabasiran Kecamatan Parung Panjang, Kamis siang 4/3/2021 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)
Reses Anggota Komisi IV Bidang Pembangunan DPRD Provinsi Jawa Barat H. Mochamad Ichsan M, A,Md., di Desa Kabasiran Kecamatan Parung Panjang, Kamis siang 4/3/2021 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

BOGOR (KM) – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari fraksi PKS Mochamad Ichsan M. menggelar kegiatan reses II tahun sidang 2020-2021 Dapil VI Kabupaten Bogor pada Kamis sore di Kafe Manjaka, Desa Kabasiran, Kecamatan Parung Panjang, Bogor.

Dalam sambutannya, dirinya mengakui sempat tersesat sampai ke jalan yang banyak sekali lubangnya, karena mengikuti perjalanan sesuai Google Maps.

“Mohon maaf datang telat karena saya mengikuti jam perjalanan di Google Maps, sampai ke jalan yang banyak sekali lubangnya, saya tadi melalui jalan yang diarahkan dari Ginung Sindur, Cicangkal, sampai di Parungpanjang,” selorohnya.

Dalam reses tersebut terungkap bahwa Alun-alun Parung Panjang tidak termasuk dalam daftar alun-alun di Jawa Barat pada pagu anggaran 2021.

“[Alun-alun] Parung Panjang tidak masuk ke dalam Pagu Anggaran 2021 untuk alun-alun di Jawa Barat karena 315 miliar dibagi untuk 17 alun-alun [di 17 kabupaten] dan Parung Panjang tidak ada di dalamnya,” terang Ichsan.

“Di tahun 2020 semua infrastuktur itu digeser ke penanganan covid-19, saya perlu mengkonfirmasi ya, ada di dalam informasi janji gubernur itu ada 17 alun-alun yang akan masuk di 2021, berarti kalaulah itu berlanjut dengan 10 Kota Kabupaten berikutnya, apakah termasuk Parung Panjang? Karena setahu saya Bogor itu yang kemarin ya di daerah mana tuh, itu juga termasuk dalam hitungan akan dapat bantuan, jikalau melihat pagu anggaran 2021 yaitu 315 milyar di bagi 17 kabupaten, dan Alun-Alun Parung Panjang tidak ada didalamnya,” tegas Ichsan.

Advertisement

Sebelumnya, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jawa Barat bertandang ke lapangan depan kantor Kecamatan Parungpanjang untuk mendalami usulan akan dibangunnya Alun-alun Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Rabu 23/12/2020 lalu.

Bahkan, pada Selasa 25/9/2018 silam, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil datang ke Gedung SMK Bina Putra Mandiri di Kecamatan Parungpanjang untuk menanggapi aspirasi warga terkait dampak penambangan di Kabupaten Bogor dan dirinya berjanji akan menghibahkan uang sejumlah Rp1 miliar untuk dibangun Alun-alun Parungpanjang.

“Terakhir dari saya disini tadi ada alun-alun punya ya, saya lihat fotonya alun-alunnya belum maksimal, belum nyaman, saya Insya Allah akan hibahkan 1 miliar rupiah untuk perbaikan Alun-alun Parungpanjang, kalau nanti ke Bandung saya minta ukuran panjang kali lebar, supaya bisa selfie-selfie ya, supaya bisa rileks hidup jangan marah-marah aja. Saya tahu keluar rumah debu, lihat mukanya belang, mau nyium pamajikan pipinya berdebu, ini mempengaruhi keharmonisan keluarga, saya ingin warga Parungpanjang jangan jadi warga yang stres, menjadi warga yang paling bahagia, Insya Allah,” tegas Ridwan Kamil.

Namun, Selasa 15/12 lalu, lebih 2 tahun sejak janjinya, Gubernur yang biasa disapa Kang Emil mengaku Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum memiliki aset.

“Tidak ada masalah, tapi asetnya belum bisa dimiliki oleh Pemerintah, kami jadi lagi dicari pintu membuatnya ya, pokoknya di masa saya menjabat komitmen itu disalurkan. Ada yang duluan di waktu lohor, ada yang di ashar paling akhir di maghrib, kira-kira begitu, tapi masih di hari kita melaksanakan ibadah,” beber Emil.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: