Pengelolaan Bogor Golf Club Masih Misteri

BOGOR (KM) – Pengelolaan aset negara oleh Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi (RSJMM), salah satunya lapangan golf Bogor Golf Club (BGC) yang berlokasi di Jalan Dr. Sumeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, diduga kuat “penuh dengan konspirasi dan pelanggaran hukum”, khususnya pasca penetapan pemenang tender Kerjasama Operasional (KSO) pihak ketiga PT. Cemerlang Langit Jaya pada Senin 1 Februari 2021 lalu

Penelusuran awak media, sejak diserahkan secara KSO aset Kementerian Kesehatan tersebut, pihak ketiga tersebut tidak pernah melaksanakan pengelolaan dalam manajemen di BGC hingga hari ini (6/2) dan tidak menempatkan seorang pegawai managemen di lokasi. Menurut informasi yang didapatkan, yang ada hanya pengambilan setoran (Green Fee) sebanyak dua kali tanpa kejelasan, sementara yang bertugas di lokasi hanya pegawai dari manajemen lama.

“Ya di lapangan masih pegawai perusahaan lama, tapi sudah dua kali pihak PT. Cemerlang Langit Jaya mengambil Green Fee atau setoran keuangan kesini,” ungkap seorang pegawai lama kepada awak media.

“Kita yang di lapangan ini jadi bingung, manajemen perusahaan lama sudah tidak ada, yang baru tidak jelas hanya ambil setoran saja, ini kan aneh,” jelasnya.

Advertisement

Berdasarkan hal tersebut ada dugaan upaya penyelewengan dari penghasilan yang seharusnya masuk ke negara dari oknum-oknum tertentu.

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun kupasmerdeka.com, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 115 tahun 2020, dalam pengelolaan aset negara sebagaimana ditetapkan pihak ketiga yang sudah menandatangani KSO dengan pihak pemegang kuasa kelola (RSJMM), dalam waktu maksimal 2 X 24 (2 hari) harus segera melaksanakan kewajiban sesuai dengan ketentuan dan aturan pengelolaan yang disepakati.

Ketentuan dalam KSO, pihak ketiga harus melaksanakan kewajiban untuk membayar ke negara sebesar Rp 720 juta maksimal 2 hari setelah ditandatanganinya KSO tersebut. Faktanya, hingga 5 hari sejak KSO tertandatangani, PT. Cemerlang Langit Jaya belum menyetorkan kewajibannya kepada negara.

Hal tersebut menimbulkan dugaan kuat adanya konspirasi dan penyelewengan uang negara yang dilakukan RSJMM dan PT. Cemerlang Langit Jaya.

Terpisah, Direktur Perencanaan Keuangan dan Barang Milik Negara Evi Nursafinah, yang juga menjabat Ketua Lelang Lapangan Golf, tidak merespon awak media perihal pengelolaan aset negara lapangan golf tersebut.

Begitu pula manajemen pihak ketiga sebelumnya PT. Ekas Jayasri Parama hingga berita ini ditayangkan belum bisa dikonfirmasi awak media.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: