Tuding tidak ada Sosialisasi, Proyek SPAM Pamanukan Tuai Protes Keras dari Warga

Pekerjaan galian dalam proyek SPAM di Pamanukan, Subang (dok. KM)
Pekerjaan galian dalam proyek SPAM di Pamanukan, Subang (dok. KM)

SUBANG (KM) – Proyek pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) di Pamanukan, Kabupaten Subang, berdampak pembongkaran lahan warga dan mendapatkan protes keras.

Pekerjaan dengan nilai lebih dari Rp52 miliar oleh kontraktor Kerjasama Sistem Operasional (KSO) PT. Putra Kencana dan PT. Shiddiq Sarana Mulya, meliputi galian tanah untuk pemasangan pipa saluran air, yang melintasi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Binong wilayah Desa Cicadas dan Desa Mulyasari, serta Kecamatan Tambakan meliputi Desa Tambakan, Kertajaya dan Ranca Udik, dan Kecamatan Pamanukan meliputi Desa Rancasari.

Warga Desa Binong, Dodi, mengaku merasa kecewa dan melakukan protes. Pasalnya, jalan menuju rumahnya dibongkar pekerja proyek.

“Saya kecewa atas adanya pelaksanaan galian pipa SPAM tersebut, sebab jalan menuju rumah saya dibongkar, padahal sudah memohon untuk tidak dibongkar dulu,” ungkap Dodi kepada awak media, Senin 25/1.

“Saya tidak bisa keluar masuk rumah, ditambah usaha saya jadi berhenti karena proyek tersebut,” tambah Dodi.

Advertisement

“Ini tidak jelas kapan jalan masuk rumah bisa normal lagi, untuk itu saya minta kejelasan dan tanggung jawab dari pihak proyek,” tegas Dodi.

Senada disampaikan tokoh masyarakat Desa Binong, Nana, yang menyatakan bahwa untuk pekerjaan yang nilainya di atas satu miliar rupiah, ada metode pelaksanaan yaitu mengajak masyarakat dan pemerintahan untuk rembukan atau musyawarah.

“Ya harapan warga adanya sosialisasi dulu, dari titik awal pekerjaan sampai ujung pekerjaan,” ujar Nana.

Sementara itu, pelaksana teknis pekerjaan, Diki, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi.

“Ya sudah ada Humas pelaksana baik ke pemerintahan ataupun ke masyarakat sekitar,” ujar Diki.

“Sosialisasi sudah dilaksanakan melalui Desa, bahkan surat pemberitahuan pelaksanaan pekerjaan (SPMK) ke Desa- Desa, hingga kepolisian Binong,” jelas Diki.

Reporter: Lily Sumarli, & Udin Samsudin
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: