PKL di Jl Nyi Raja Permas Kota Bogor Klaim Dimintai Rp20 Juta untuk Relokasi ke Blok F Pasar Kebon Kembang

PKL di kawasan Jl Nyi Raja Permas, Kota Bogor (dok. KM)
PKL di kawasan Jl Nyi Raja Permas, Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Nyi Raja Permas merasa ada komersialisasi dalam rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas KUKM, yang akan merelokasi mereka ke Blok F Pasar Kebon Kembang (Pasar Anyar).

“Rencana PKL Nyi Raja Permas akan dipindahkan ke Blok F Pasar Kebon Kembang dengan biaya tinggi, harus bayar uang DP 20 juta per kiosnya, dan dilanjut dengan cicilan per bulan kisaran Rp900 ribu,” ungkap seorang PKL Nyi Raja Permas kepada KM, Sabtu (16/01).

“Ini program yang tidak masuk akal bagi kami ratusan PKL Nyi Raja Permas, ya Pemkot kalau mau merelokasi pedagang, jangan memberatkan, itu sama saja mematikan PKL, bukan mengangkat atau memajukan,” tambahnya.

Advertisement

Hal senada juga disampaikan PKL kacamata di kawasan tersebut, keputusan dengan bayar DP Rp20 juta dan juga bayar angsuran per bulan jika harus masuk ke Blok F. “Buat kami sangat berat. Kami ini PKL, bukan pedagang besar,” ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, “ini kondisi pandemi, ekonomi juga sedang sulit, para pedagang susah mendapatkan penghasilan, kemudian akan direlokasi pedagang ke tempat baru yang belum tentu dijamin keramaiannya,” keluhnya.

“Intinya kenapa harus komerialisasi PKL seperti kami ini, pemerintah harusnya mengayomi dan membimbing kami, bukan mematikan perlahan seperti ini,” pungkasnya.

Reporter: ddy, Ki Medi
Editor: HJA

PKL di Jalan Nyi Raja Permas, Kota Bogor (dok. KM)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*