Penyerapan Dana Hibah Pariwisata Tahun 2020 Minim, Begini Penjelasan Ketua PHRI Kota Bogor

BOGOR (KM) – Tidak maksimalnya penyerapan Dana Hibah Pariwisata tahun 2020 bagi para pengusaha hotel dan restoran di Kota Bogor “sangat dimaklumi”, menurut Ketua Perhimpunan Hotel Dan Restoran (PHRI) Cabang Kota Bogor Yuno Abeta Lahay.

“Tidak secara maksimalnya penerima Dana Hibah Pariwisata untuk hotel dan restoran, memang merupakan isu secara nasional, bukan saja terjadi di Kota Bogor,” ungkap Yuno kepada kupasmerdeka.com, Senin 11/1.

“Selain itu juga ada syarat-syarat dari pemerintah pusat yang semakin hari semakin membuat proses pelaksanaannya makin memberatkan pelaku usaha,” tambah Yuno.

Yuno menjelaskan, awalnya ada tiga syarat bagi penerima yaitu memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), tertib pajak (PHPR) 2019, dan usaha masih berjalan hingga Agustus 2020.

“Ya saat itu pelaku usaha langsung berbenah untuk melengkapi syarat-syarat tersebut,” jelas Yuno.

Seiring berjalannya waktu, lanjut Yuno, muncul revisi-revisi dan ketentuan baru, dengan adanya syarat perizinan ada kode KBLI.

“Jadi screening awal syarat berubah kembali bagi para pelaku usaha hotel dan restoran ini,” kata Yuno.

Lebih lanjut Yuno juga mengatakan, selain kebijakan syarat dari pemerintah pusat, waktu yang sangat mendesak juga menjadi kendala hingga tidak secara maksimal hibah pariwisata 2020 tersalurkan.

Advertisement

“Ya karena hingga limit akhir berkas saja waktu itu pada November 2020, sangat mendesak sekali waktunya karena akhir tahun itu harus tersalurkan.”

“Intinya ini menjadi pelajaran, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah dan juga para pelaku usaha hotel dan restoran. Syarat dan ketentuan yang lebih mengena dan tepat sasaran, dan juga harus tertib segala hal bagi para pelaku usaha,” pungkas Yuno.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Kadisparbud) Kota Bogor Atep Budiman juga mengatakan ketat dan sakleknya regulasi dan ketentuan sudah ditetapkan dari pemerintah pusat, untuk penerima Dana Hibah Pariwisata.

“Dengan kondisi nasional saat ini, Dana Hibah Pariwisata untuk hotel dan restoran dengan regulasi yang saklek, dengan ketentuan-ketentuan karakteristik yang sudah diatur dari pemerintah pusat,” ungkap Atep beberapa waktu lalu.

Sementara diakui Atep, Dana Hibah Pariwisata di Kota Bogor, tersalurkan sekitar 45 persen. Dari Rp73 miliar, yang tersalur hanya sekitar Rp22 miliar.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: