PDAM Kabupaten Bogor Enggan Jawab Terkait Dugaan “Permainan” di Balik Berdirinya SPAM Milenium City Parungpanjang

Satpol PP Kabupaten Bogor menyegel tempat Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM) Perumahan Milenium City di Desa Kabasiran, Parungpanjang, karena tidak miliki rekomendasi dari PDAM Kabupaten Bogor, selasa siang 5/1/2021 (Dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)
Satpol PP Kabupaten Bogor menyegel tempat Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM) Perumahan Milenium City di Desa Kabasiran, Parungpanjang, karena tidak miliki rekomendasi dari PDAM Kabupaten Bogor, selasa siang 5/1/2021 (Dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

BOGOR (KM) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor dan Kecamatan Parungpanjang menyegel sebuah Sarana Penyalur Air Minum (SPAM) Perumahan Milenium City di Jalan Raya Dago, Kampung Panyirapan, Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, pada Selasa 5/1 lalu karena pemilik proyek tidak bisa memperlihatkan izin dan tidak mengantongi rekomendasi dari PDAM Kabupaten Bogor.

Saat ditemui wartawan kupasmerdeka.com di hari Selasa 12 Januari 2021, Nanang, seorang penanggung jawab SPAM Milenium City, mengungkapkan bahwa masalah izin ada yang mengerjakan dan sedang berjalan.

“Untuk masalah izin kemarin sudah masuk ke DPNTT, karena kita di Kabupaten yang mengerjakan izin juga ada orang lain lingkarnya kemana sudah selesai, setelah izin ini selesai izin segala macam kita ke Sucofindo terkait masalah lem, izin air, dan segala macam dan PH nya berapa kan Sucofindo kan, dan itu sedang dalam proses,” ungkap Nanang.

Nanang menambahkan bahwa dirinya hanya diamanahkan untuk menjaga proyek SPAM, sedangkan masalah izin sudah ada yang mengerjakan yaitu pihak MC, dan dirinya menghormati langkah Satpol PP Kabupaten agar melaksanakan tugas dan kewenangannya

Dalam kesempatan itu Nanang juga mengungkap bahwa dirinya anggota Tim Pemenangan Bupati Bogor Ade Yasin saat masih berkampanye.

“Saya di sini hanya diamanahkan untuk menjaga SPAM, walaupun saya adalah Tim Pemenangan Ibu Bupati Kabupaten Bogor Ibu Ade Yasin, tapi tidak ada kaitannya dengan masalah ini, izin sudah ada yang mengerjakan yaitu pihak MC, dan saya sangat menghargai dan menghormati kinerja Satpol PP Kabupaten Bogor untuk menyegel SPAM ini karena izin,” tambahnya.

Selain Itu, kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor Teguh Sugiarto mengatakan, ia dan jajaran menyegel satu pembangunan sarana penyalur air minum (SPAM) yang tidak memiliki izin dan tidak ada rekomendasi dari PDAM.

“Semuanya disegel dan dipasangi garis pengamanan dan kami hentikan sementara waktu kegiatan pembangunannya sampai mereka melengkapi perizinan,” ucap Teguh.

Giat operasi ini dilakukan berdasarkan adanya laporan dari masyarakat dan laporan instansi pemerintah, untuk menjamin adanya ketertiban umum di masyarakat.

“Kami tadi lakukan penyegelan sekaligus penghentian sementara kegiatan usaha, sampai para pelaku atau pemilik usaha tersebut melengkapi ijin usahanya,” ungkap Teguh Sugiarto, Selasa 5/1.

Sementara itu, Humas PDAM Kabupaten Bogor Arfur Fakhrurrodi menegaskan bahwa surat pengajuan untuk pembangunan SPAM Milenium City masuk ke PDAM Kabupaten Bogor pada tahun 2019 dan pihak PDAM Kabupaten Bogor tidak mengeluarkan izin dan rekomendasi untuk pembangunan SPAM di Parungpanjang karena di Parungpanjang sudah ada PDAM.

Advertisement

“Untuk surat pengajuan pembangungan SPAM Milenium City masuk ke PDAM Kabupaten Bogor pada tahun 2019, untuk tanggalnya saya kurang tau karena pihak berkas yang megang, dan PDAM Kabupaten Bogor tidak mengeluarkan izin dan rekom untuk pembangunan SPAM di Parungpanjang karena sudah ada PDAM, tidak bisa dibuat 2 jalurnya,” tegas Arfur.

Saat ditanya oleh wartawan kupasmerdeka.com kenapa tanpa rekomendasi atau izin dari PDAM Kabupaten Bogor SPAM Milenium City ini dapat berdiri, Arfur menyarankan agar bertanya langsung kepada Dirut PDAM Kabupaten Bogor.

“Kalau ke situ bukan kewenangan saya pak, saya bicara sesuai tupoksi humas saja, kalau ingin jelas nanti bertemu wawancara dengan Dirut PDAM Kabupaten Bogor Hasanudin Tahir, dan pertanyaannya mohon disiapkan,” tandasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Hasanudin Tahir belum merespon permintaan keterangan dari wartawan.

Sebelumnya, pada Senin 18/1, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor Usep Supratman beserta jajaran melakukan sidak terhadap perizinan SPAM dan Perumahan Milenium City yang belum bisa menunjukan surat rekomendasi.

Usep pun meminta pihak Milenium City harus memberikan sosialisasi ke masyarakat bahwa SPAM itu hanya untuk warga di perumahan, bukan untuk diperjualbelikan keluar.

“Kalau perumahan millenium ini tidak boleh jualan air ke masyarakat, yang namanya air itu tetap melekat Pasal 33, yang harus dikelola Negara melalui PDAM Kabupaten Bogor. Kalau menurut PDAM sudah tidak boleh ya jangan, tapi kalau menurut PDAM boleh ya silakan. Hingga saat ini PDAM belum sanggup menutupi kebutuhan air untuk Milenium City,” ujarnya.

Terkait SPAM, Usep menegaskan instalasi itu hadir untuk memback-up wilayah Milenium City saja dan tidak untuk didistribusikan ke wilayah lain.

“Nanti bisa di CSO dan disesuaikan anggaran yang sudah dikeluarkan oleh Millenium City, contohnya salah satunya seperti Sentul, karena harus dikelola oleh PDAM. pengelola air itu diwajibkan oleh PDAM, sesuai keputusan Menteri PUPR itu adalah PDAM,” bebernya.

Sebelumnya, instalasi spam air di Kampung Panyirapan, Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang, milik perumahan Millenium City disegel oleh Satpol PP Kabupaten Bogor, karena ditemukan belum memiliki izin oprasional dan IMB.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*