Koalisi Aktivis Geruduk BRI Cabang Tanjungbalai, Tuding Pimcab Berkonspirasi Terkait Penyaluran BPUM

Aksi unjuk rasa di depan BRI cabang Tanjungbalai, Jumat 15/1/2020 (dok. KM)
Aksi unjuk rasa di depan BRI cabang Tanjungbalai, Jumat 15/1/2020 (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Koalisi Lintas Aksi-Tanjungbalai Merdeka menggelar unjuk rasa menuntut pimpinan BRI Cabang Kota Tanjungbalai mundur dari jabatannya karena dituduh bungkam atas dugaan kesalahan kerja bawahannya pada Jumat 15/1 di depan Kantor BRI Cabang Tanjungbalai, Jalan Jenderal Sudirman.

Aktivis Ramadhan Batubara dalam orasinya mengungkapkan bahwa pimpinan Cabang BRI Tanjungbalai harus segera mundur dari jabatannya, karena dinilai tidak mampu mengatur juknis tata kelola kerja dari bawahannya terkait bantuan pemerintah pusat untuk masyarakat di masa covid-19.

“Sebaiknya bapak pimpinan Cabang BRI Tanjungbalai mundur dari kursi jabatan anda, karena memlilih bungkam atas setiap laporan dugaan realisasi bantuan BPUM yang telah merugikan masyarakat miskin. Banyak masyarakat kecewa atas penyaluran bantuan tersebut yang dinilai ada dugaan tidak transparan dalam memberikan setiap informasi bagi masyarakat yang berhak mendapatkannya,” ungkap Ramadhan.

Tambah Ramadhan, selama adanya kebijakan yang diterapkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat terkhusus untuk BPUM dari BRI, sering ditemukan banyaknya aduan dari lintas masyarakat terkait dugaan penyaluran bantuan yang datanya tidak valid, terkhusus yang diajukan oleh pihak BRI pada tahap pertama. Namun semua aduan itu tanpa ada klarifikasi yang langsung disampaikan pimpinan cabang BRI Tanjungbalai.

“Banyak aduan persoalan dari lintas masyarakat perihal dugaan penyaluran bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran dan merugikan masyarakat telah dibungkam tanpa ada klarifikasi dari Pimcab BRI Tanjungbalai dan tidak tersentuh oleh hukum. Maka kami menilai Pimcab BRI telah berkonspirasi dengan bawahannya karena bungkam atas setiap dugaan kesalahan tata kelola penyaluran bantuan semasa covid-19. Atas hal ini kami meminta Pimcab BRI segera segera diperiksa oleh aparat penegak hukum,” tandasnya.

Advertisement

Dalam kesempatan yang sama, aktivis Rudy Bakti menyampaikan bahwa masyarakat “telah menaruh mosi tidak percaya terhadap kredibilitas kinerja PIMCAB BRI Tanjungbalai yang dinilai amburadul.”

“Selama anda menjabat, banyak catatan buram atas pelayanan BRI Cabang Tanjungbalai atas penyaluran setiap bantuan. Selain Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang diduga sebagian datanya diduga dimanipulasi oleh pihak BRI saat mengusulkan ke Pemerintahan Pusat. Kita juga menemukan adanya indikasi pungli untuk penyaluran Bantuan Subsudi Upah (BSU) oleh salah satu unit BRI wilayah Asahan di bawah naungan BRI Cabang Tanjungbalai,” jelasnya.

Setelah satu jam menyampaikan orasinya di depan BRI Cabang Tanjungbalai oleh koalisi lintas aksi yang tergabung dari KOMPAK, IPMA, GARI-SU dan GMPK-SU, massa aksi bergerak ke kantor DPRD meminta anggota Dewan Tanjungbalai segera menggelar RDP untuk memanggil pihak Pimcab BRI Tanjungbalai. Massa diterima oleh perwakilan Sekwan, yang menerima pernyataan aspirasi mereka.

Reporter: Gus, Risky
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*